Paling Berbahaya Cinta Dunia Dan Takut Mati

Alomuslim.com Hal yang sangat manusiawi, apabila seseorang merasa takut dengan kematian. Hanya saja setiap orang memiliki alasan yang berbeda mengenai rasa takutnya menghadapi kematian. Bagi orang-orang yang rindu berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka takut menghadapi kematian karena merasa bekal yang dipersiapkan untuk berjumpa dengan Allah belumlah cukup. Sementara bagi sebagian besar lainnya, mereka takut menghadapi kematian karena tidak ingin kehilangan perbendaharaan dunianya dan mereka inilah orang-orang yang membenci kematian.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ;

Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– lantas bersabda, “Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia suka bertemu Allah, maka Allah pun suka berjumpa dengan-Nya. Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim no. 2685).

Sungguh tercela mereka yang takut dengan kematian hanya karena tidak ingin kehilangan dunianya. Tidaklah hal itu terjadi karena mereka telah terkena penyakit yang sangat berbahaya dan telah menjangkiti hati mereka, yakni al wahn. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menjelaskan bahwa umat ini akan Allah timpakan penyakit al wahn, beliau bersabda :

Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (shahih. HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278). 

Sebagai seorang muslim, seharusnya kita memiliki kerinduan untuk kembali kepada Allah melebihi kecintaan pada dunia dan seisinya. Oleh sebab itu syariat Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk banyak mengingat kematian dengan melakukan ziarah kubur. Agar umat Islam sadar bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang kekal bagi mereka dan suatu hari Allah pasti akan memanggil setiap orang diantara kita untuk kembali kepada-Nya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (hasan. HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292). Adapun yang dimaksud hadits tersebut adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.

Maka jadilah seorang muslim yang cerdas, dengan mengupayakan dunia kita untuk memperoleh kemuliaan di akhirat. Menjadikan dunia kita sebagai tempat untuk mengumpulkan pahala dengan banyak beramal, karena di akhirat kelak kita tidak memiliki kesempatan untuk beramal lagi. Dan lebih penting dari itu semua adalah jangan menunda-nunda untuk beramal. Ambillah perbendaharaan dunia secukupnya, sekedar untuk bekal beribadah dan kejarlah akhirat dengan segala yang kita miliki. Wallahu waliyyut taufiq.

Referensi :

  • Cinta Dunia Dan Takut Mati, Muhammad Abduh Tuasikal, MSc (Rumaysho : 2013)
  • Kenapa Cinta Dunia Dan Takut Mati? video singkat Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA (Darush Sunnah : 2017)

Leave a Comment