Pembantaian Jutaan Kaum Muslimin Oleh Bangsa Tartar – Mongol

Pembantaian Jutaan Kaum Muslimin

Alomuslim.com – Peristiwa Tartar atau bangsa Mongol adalah tragedi besar dalam sejarah kaum muslimin. Ia merupkan musibah paling tragis dimana belum pernah terjadi satu peristiwa yang seperti itu sebelumnya. Peristiwa yang kejahatannya demikian mencekik dan mudharatnya sangat ganas serta meniupkan angin bencana di berbagai negeri muslim.

Negeri bangsa Tartar berada di ujung negeri Cina, disekitar gurun sahara. Wajah mereka lebar, dadanya bidang, pinggulnya tipis, postur tubuhnya kecil dan warna kulitnya kuning. Gerakannya cepat serta pikirannya gesit. Jika menginginkan satu wilayah, mereka akan selalu merahasiakan keinginannya. Mereka akan bergerak secara tiba-tiba, sehingga penduduk sebuah negeri tidak mengetahui kedatangan mereka dan mereka pun masuk kedalam wilayahnya.

Kaum wanita bangsa Tartar memiliki jiwa perang seperti kaum lelakinya. Senjata yang biasa mereka pakai adalah panah. Dalam berperang, mereka tidak pandang bulu dan tidak membiarkan seorang pendudukpun untuk hidup. Mereka akan membunuh laki-laki, perempuan ataupun anak-anak. Karena maksud dan tujuan mereka bukan untuk harta atau berkuasa, namun hanya ingin menghancurkan dan memusnahkan ras lain selain mereka.

Setelah berhasil menguasai negeri Cina, pasukan Tartar dibawah pimpinan Jenghis Khan yang mereka anggap sebagai titisan tuhan, dengan kekuatan 200.000 pasukan mereka menuju Farghanah, bagian negeri Cina dan Turki pada tahun 606 Hijriyah. Bangsa Tartar terus melanjutkan petualangan dan penaklukan serta terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain hingga tahun 615 Hijriyah. Mereka telah berhasil menguasai Bukhara dan Samarkhand (di Uzbekistan) serta Khurasan (Pakistan). Dalam penaklukan tersebut mereka membunuh dan menawan banyak orang. Menurut satu riwayat disebutkan, jumlah korban dari kaum muslimin mencapai 2,5 juta jiwa.

Mereka terus bergerak maju hingga akhirnya sampai ke Hamadzan dan Qazwin di Iran pada tahun itu juga. Setelah itu mereka beranjak menunju Azerbaijan dan wilayah-wilayah sekitarnya. Lalu berturut-turut mereka menguasai Darband Syarwan, Lan, Lakz dan Qafjaq. Orang-orang Tartar mampu menguasai sebagian besar wilayah dunia dan bagian yang paling indah dan kayahanya dalam jangka waktu setahun.

Akhirnya pada tahun 656 Hijriyah, bangsa Tartar sampai ke Baghdad yang merupakan ibukota Daulah Bani Abbasiyah di bawah pimpinan Hulagu Khan. Kedatangan mereka disambut tentara khalifah, namun tentara khalifah kalah dalam pertempuran tersebut. Pengkhianatan dilakukan oleh sang Menteri, Ibnu Alqami, yang menasehati khalifah agar mengadakan kesepakatan damai. Karena sesungguhnya dia telah bekerja sama dengan Hulagu Khan.

Sang Menteri menipu Khalifah, para pejabat serta ulama penasehat khalifah dengan ajakan untuk menghadiri akad pernikahan yang dijanjikan oleh Hulagu Khan terhadap putra Khalifah. Maka keluarlah mereka dari Baghdad, namun setelah berada di luar, pasukan Tartar lantas membunuh mereka semua. Mereka dibunuh secara bergantian secara berkelompok, ketika memasuki tempat Hulagu Khan sehingga tidak ada satupun yang menyadari bahwa mereka sedang menuju lubang kematian.

Mengetahui khalifah telah dibunuuh, peperangan berkecamuk kembali selama empat puluh hari. Tetapi tentara khalifah tetap tidak bisa memenangi peperangan. Bangsa Tartar berhasil memasuki kota Baghdad pada tanggal 10 Muharram. Mereka membantai semua penduduk Baghdad. Korban yang terjatuh dalam pembantaian itu mencapai lebih dari sejuta penduduk, ada yang menyebutkan hingga 1,8 juta jiwa. Mereka juga membakar bangunan perpustakaan, Darul Hikmah, serta membuang semua buku yang terdapat dalam perpustakaan-perpustakaan ke sungai Eufrat hingga airnya menghitam karena tinta.

Baghdad sebagai ibukota daulah Bani Abbasiyah takluk, dan hampir selama tiga tahun dunia Islam tidak memiliki seorang khalifah. Negeri-negeri muslim telah hancur, kaum muslimin diwilayah lain hidup dalam ketakutan, apabila sewaktu-waktu bangsa Tartar menyerang negeri mereka. Sungguh sebuah kepiluan bagi umat muslim pada saat itu hingga hari ini.

Referensi :

  • Tarikh Khulafa, Imam As-Suyuthi (Pustaka Al Kautsar : 2015)
  • Kejatuhan Baghdad Dan Masuk Islamnya Pasukan Mongol, Edgar Hamas (Dakwatuna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *