Pemboikotan Oleh Kaum Quraisy
KISAH NABI DAN RASUL, SIRAH NABAWIYAH

Pemboikotan Oleh Kaum Quraisy

Alomuslim.com – Ketika kaum Quraisy mengetahui para sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu alaihi was sallam berada di negeri Habasyah dan memperoleh kedamaian serta kenyamanan, di waktu yang bersamaan Umar bin Khaththab memeluk Islam, mereka merasa bahwa dakwah Islam akan semakin sulit untuk dihentikan.

Peristiwa yang terjadi pada tahun kelima kenabian tersebut, memaksa kaum Quraisy untuk berbuat sesuatu yang lebih tegas agar bisa menghentikan dakwah Islam. Kaum Quraisy menyadari bahwa mereka tidak akan bisa memerangi Rasulullah dan para sahabatnya, karena Abu Thalib bersama keluarganya dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib, yang merupakan suku terbesar dari kaum Quraisy, menjadi pelindung dakwah Rasulullah

Maka kabilah-kabilah Quraisy segera berkumpul dan melakukan rapat, merencanakan konspirasi untuk memboikot Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib dan semua yang mendukung dakwah Rasulullah. Akhirnya mereka bersepakat, dan membuat sebuah perjanjian yang berisi :

  1. Mereka tdak boleh menikahi wanita-wanita dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib
  2. Mereka tidak boleh menikahkan putri-putri mereka dengan orang-orang dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib
  3. Mereka tidak boleh menjual apapun kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib
  4. Mereka tidak boleh membeli apapun dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib

Kemudian mereka menulisnya dalam sebuah surat perjanjian, saling bersumpah untuk senantiasa komitmen dengan isi perjanjian tersebut. Setelah itu, mereka menempelkan surat perjanjian itu di tengah-tengah Ka’bah, sebagai tanda bukti sikap mereka.

Dua orang paman Rasulullah dari Bani Abdul Muthalib, keluar dan membelot untuk mendukung sikap kaum Quraisy. Mereka adalah Abu Lahab dan Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Abu Lahab memang dikenal sangat membenci Rasulullah, setelah beliau diutus sebagai seorang Rasul dan mendakwahkan Islam.

Peristiwa pemboikotan ini berlangsung hampir selama tiga tahun. Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib serta para sahabat, harus hidup dalam kesusahan dan kelaparan karena tidak memiliki makanan. Bahkan akibat peristiwa pemboikotan ini banyak menewaskan keluarga Rasulullah, diantaranya adalah dua orang yang sangat penting dalam hidup beliau, yakni Abu Thalib dan Khadijah.

Pemboikotan berakhir pada tahun kesepuluh kenabian, ketika salah satu kabilah menyatakan untuk mengakhiri kesepakatan yang akhirnya diikuti oleh kabilah-kabilah yang lainnya. Dan peristiwa pemboikotan ini telah memberikan luka yang cukup besar kepada Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.

Referensi : Sirah Nabawiyah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *