pendidikan keimanan
DASAR ISLAM, KELUARGA

Pendidikan Keimanan Untuk Anggota Keluarga

Alomuslim.com – Pendidikan Keimanan Untuk Anggota Keluarga Setiap anggota keluarga, baik suami, istri maupun anak harus mendapatkan pendidikan agama yang baik. Jangan hanya mementingkan pendidikan dunia saja, bahkan menyibukkan diri dengannya hingga mengecilkan pendidikan agama.

Para orangtua harus membangun ulang perspektif mengenai pentingnya pendidikan agama, baik untuk dirinya sendiri, terlebih lagi kepada anaknya. Hal ini untuk membangun keluarga bahagia yang berlandaskan ilmu agama dan keimanan.

Betapa banyak orang-orang yang memimpikan untuk memiliki rumah tangga bahagia dan keluarga yang penuh cinta. Tapi sayang, mereka gagal membangun rumah tangganya, karena tidak adanya landasan keimanan dalam diri anggota keluarganya. Mereka sibuk masing-masing dengan urusan dunianya, suami sibuk dengan pekerjaan, istri sibuk dengan urusan rumah, dan anak-anak sibuk dengan pelajaran sekolah. Sungguh mereka telah salah memilih prioritas dalam membangun rumah tangganya.

Disinilah pentingnya pendidikan agama yang baik, agar menumbuhkan keimanan dalam diri setiap anggota keluarga. Suami menyayangi istri dan anaknya karena ia tahu itu yang diperintahkan agama. Istri melayani suami dan merawat anak dengan baik karena ia tahu itu yang diwajibkan atas mereka. Dan anak-anakpun tumbuh menjadi anak yang patuh dan taat kepada orang tua serta sayang kepada keduanya karena agama memerintahkan mereka berbuat demikian. Akhirnya rumah tanggapun tumbuh dalam keimanan, penuh kasih sayang dan juga kebahagiaan.

Kondisi keluarga masa kini

Beberapa contoh yang terjadi pada keluarga masa kini dalam mendidik anggota keluarga, dalam masalah shalat misalnya. Para orangtua dalam masalah ini sangat memberikan kelonggaran pada anaknya, mereka seakan-akan membiarkan dan membebaskan anaknya semaunya, mau shalat atau tidak terserah.

Tetapi dalam urusan sekolah, para orangtua hampir setiap saat menanyakan kepada anaknya perihal tugas sekolahnya, nilai ujiannya, disekolah melakukan apa saja, makan apa saja, main dengan siapa, bahkan orangtua mau repot-repot membangunkan serta mengantar anaknya ke sekolah.

Ironis sekali perlakuan mereka, sungguh sangat berbeda. Para orangtua masa kini lebih takut anaknya terlambat datang ke sekolah, daripada telat menunaikan shalat. Para orangtua masa kini rela mengantarkan anaknya ke sekolah, meskipun jauh dan melawan kemacetan, daripada mengantar anak lelakinya shalat ke masjid, yang hanya beberapa langkah dari rumah.

Para orangtua masa kini akan sangat bangga apabila anaknya mendapatkan nilai ujian yang bagus, pekerjaan yang baik namun mereka tidak pernah bangga apabila anaknya bagus dalam shalat dan bacaan Al Qur’annya.

Padahal Rasulullah telah menjadi teladan dan memberikan contoh yang baik sebagai pemimpin rumah tangga. Dalam masalah shalat, beliau tidak pernah menyepelekannya, bahkan beliau akan mengajak serta istrinya untuk turut menunaikan shalat berjamaah. Sebagaimana hadits yang disampaikan oleh ‘Aisyah radhiallahu ‘anha :

“Suatu ketika Rasulullah mengerjakan shalat malam, ketika akan witir beliau mengatakan, ‘Bangunlah, dan dirikanlah shalat witir wahai ‘Aisyah’.”  (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lainnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Allah mengasihi laki-laki yang bangun malam kemudian shalat, lalu membangunkan istrinya sehingga shalat, jika tidak mau, ia memerciki wajahnya dengan air.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Adakah para suami keluarga masa kini melakukan yang demikian? Adakah para ayah keluarga masa kini yang melakukan yang demikian?

Keluarga Rasulullah merupakan contoh keluarga yang dihiasi keimanan, yang diperoleh karena pendidikan agama yang baik. Sejatinya, pendidikan agama dapat diperoleh dengan mendatangi majelis ilmu, atau membaca buku maupun mendengarkan ceramah dari radio atau video.

Luangkanlah waktu untuk bersama-sama keluarga hadir di majelis ilmu dan mengkaji ilmu agama. Sisihkanlah sebagian uang untuk membeli buku-buku agama. Kurangilah kesibukan dunia, perbanyaklah mengingat Allah dan mendirikan shalat. Insyaa Allah, kebahagiaan akan menaungi rumah tangga Anda.

Referensi : 40 Nasihat Memperbaiki Rumah Tangga, Syaikh Dr. Muhammad bin Shalih al-Munajjid (darul Haq : 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *