Penetapan Awal Ramadhan 2018 ( 1439 H )

penetapan awal ramadhan

Penetapan Awal Ramadhan 2018 ( 1439 H ) – Bulan Ramadhan sudah sangat dekat, menarik kiranya melihat bagaimana sebenarnya penentuan awal Ramadhan diperdebatkan oleh ulama. Lantas apa saja sebenarnya yang menjadi pokok perdebatan ulama? Berikut penjelasannya.

Pertama-tama yang perlu diketahui adalah sumber utama hukum Islam dalam hal ini sangat banyak dan beragam, yang utama adalah Alquran dan Hadis. Dua kitab hadis yang menempati posisi setelah Alquran adalah Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, keduanya oleh ulama telah disepakati keshahihannya.

Penetapan Awal Ramadhan Tahun 2018 (1439 H)

sumber hukum ini, muncullah beberapa riwayat berbeda berkaitan dengan penetapan awal Ramadhan.

1. Menggunakan Sighat Perintah ( amr )

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal-bulan pertama awal Ramadhan), dan berbukalah kalian karena melihatnya, maka jika (hilal) tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban hingga 30 hari.”

Hadis semacam ini diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah.

2. Dengan Redaksi Pembatasan ( Hashr )

لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ ، وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ.

Diriwayatkan dari Ibn ‘Umar, Rasulullah Saw bersabda: “Janganlah kalian puasa (Ramadhan) sampai kalian melihat hilal, dan janganlah kalian berbuka sampai kalian melihatnya maka jika (hilal) tertutup atas kalian, maka perkirakanlah.

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan Abu Dawud.

3. Dengan Kalimat Berita ( Khabar )

ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ عَدَّ ثَلاَثِينَ يَوْمًا ثُمَّ صَامَ.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA: “….Rasulullah Saw berpuasa karena melihat bulan Ramadhan, maka jika (hilal) tertutup atas kalian, maka beliau menghitung (atau menggenapkan) 30 hari kemudian berpuasa.

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Dari beberapa hadis di atas di manakah letak perbedaan ulama? Letak perbedaan ulama terdapat pada beberapa lafad yang tidak jelas maknanya. Seperti, apakah makna “melihat” hilal (bulan awal Ramadhan)? Apakah dilihat dengan menggunakan mata kepala? Ataukah yang dimaksud dengan “melihat” adalah dengan menghitung secara perhitungan astronomi? Nantikan penjelasannya pada pembahasan kedua.

Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Amin.

Sumber: Itsbat Ramadhan wa Syawwal wa Dzil Hijjah ‘Ala Dhau’ al-Kitab wa al-Sunnah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *