perang badar
KISAH SAHABAT

Sahabat Yang Duel Satu Lawan Satu Dengan Orang Quraisy Dalam Perang Badar

Alomuslim.com – Perang Badar terjadi pada tahun kedua hijriyah, tepatnya di hari Jum’at siang hari tanggal 17 bulan Ramadhan. Perang ini merupakan perang yang sangat istimewa bagi umat Islam, ia merupakan penentu kelanjutan umat Islam dalam perkembangan dakwah Islam, karena apabila kaum muslimin kalah, maka terhentilah seluruh dakwah Islam.

Ketika kaum muslimin dan kaum musyrikin yang tidak seimbang dalam jumlah dan persenjataan saling berhadap-hadapan di Badar, maka saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdoa memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jumlah pasukan kaum musyrikin Quraisy yang ikut dalam peperangan adalah 1.000 tentara sementara umat muslim hanya berjumlah 314, atau dalam satu riwayat disebutkan berjumlah 319 orang.

Orang pertama yang dianggap sebagai penyulut terjadinya peperangan adalah al-Aswad bin Abdul Asad al-Makhzumi, seorang laki-laki sadis dan berperangai buruk. Dia keluar dari barisan kaum musyrikin dan bersumpah untuk meminum air telaga yang ada di dekat barisan kaum muslimin. Melihat hal itu Hamzah bin Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anhu maju untuk menghadapinya.

Tatkala keduanya saling berhadapan, Hamzah berhasil memukulnya lalu menebas kakinya pada pertengahan betis, tetapi al-Aswadpun kemudian merangkak menuju telaga berusaha untuk memenuhi sumpahnya. Akan tetapi hal itu gagal dipenuhinya, karena Hamzah melayangkan tebasan untuk keduakalinya tatkala ia sudah berada di dekat telaga itu.

Kematian al-Aswad tersebut merupakan korban pembuhan pertama yang mengobarkan api peperangan. Kemudian tiga orang penunggang kuda Quraisy yang berasal dari satu keluarga besar maju menantang duel satu lawan satu dengan kaum muslimin. Mereka adalah Utbah dan saudaranya Syaibah putra Rabi’ah serta al-Walid bin Utbah.

Sementara dari kaum muslimin, maju tiga orang Anshar, yaitu ‘Auf dan Mu’wadz putra al-Harits dan Abdullah bin Rawahah. Tetapi orang Quraisy menolak untuk berduel dengan orang Anshar tersebut. Mereka menginginkan lawan yang seimbang dari orang Muhajirin. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada Ubaidah bin al-Harits, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhumma, untuk berduel dengan orang Quraisy tersebut. Ketiga orang sahabat tersebut merupakan keluarga Rasulullah, yakni Hamzah paman beliau, sementara Ubaidah dan Ali merupakan sepupu beliau.

Akhirnya Ubaidah berduel melawan Utbah, Ali melawan al-Walid dan Hamzah berduel dengan Syaibah. Dalam duel tersebut, Hamzah dan Ali tidak memberikan kepada masing-masing lawan mereka dan berhasil membunuh keduanya. Sementara Ubaidah dan lawannya sama-sama berhasil melayangkan dua tikaman ke arah lawan masing-masing sehingga membuat keduanya luka parah.

Tetapi kemudian Hamzah dan Ali menyongsong Utbah dan membunuhnya, lalu menggendong Ubaidah yang terputus kakinya. Ubaidah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah 4 atau 5 hari dari usainya perang Badar. Kemenangan dalam duel ini semakin menguatkan para sahabat, karena mereka telah berhasil dua kali menang dalam duel satu lawan satu dengan orang Quraisy.

Wallahu a’lam.

Referensi : Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *