perbedaan antara zakat sedekah dan infaq
DASAR ISLAM, ZAKAT

Perbedaan Antara Zakat, Sedekah Dan Infaq

Memahami Perbedaan Antara Zakat, Sedekah Dan Infaq – Setiap muslim pasti pernah medengar kata Zakat, Infak dan Sedekah, tetapi apakah setiap umat muslim tahu apa perbedaan dari kata tersebut? Karena masing-masing dari kata tersebut merupakan ibadah, sehingga mengharuskan setiap umat muslim paham mengenai perbedaannya, agar mereka tidak keliru ketika menunaikannya.

Penjelasan Makna Zakat

Pemahaman yang tersebar luas di tengah masyarakat muslim mengenai definisi zakat yaitu, sejumlah harta yang telah ditentukan jenis, kadar, dan telah mencapai nishab (jumlah batasan kepemilikan harta selama satu tahun) sesuai dengan ketentuan syariat.

Baca Juga : Harta Yang Wajib Dibayarkan Zakatnya

Pemahaman tersebut tidaklah salah, dan pengertian zakat tersebutlah yang merupakan salah satu dari rukun agama Islam. Allah  memerintahkan kepada setiap umat muslim untuk menunaikan zakat sebagaimana Allah tegaskan dalam Al Qur’an, yang artinya :

[su_quote]“Dan dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al Muzzammil : 20)[/su_quote]

Dengan pemahaman diatas, zakat dipahami sebagai sebuah ibadah wajib atas setiap umat muslim. Namun syariat menetapkan kewajiban tersebut hanya bagi mereka yang memiliki harta yang telah mencapai nishab. Ukuran untuk nishab itu sendiri adalah sebesar 20 dinar atau apabila dikonversi dengan emas, maka ukuran seberat 85 gram.

Penjelasan Makna Sedekah

perbedaan antara zakat, sedekah dan infaq memberi

Kata sedekah sendiri dalam beberapa penjelasan dalam Al Quran dan hadits memiliki makna yang sama dengan zakat, seperti firman Allah ﷻ berikut :

خُذۡ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ صَدَقَةٗ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيهِم بِهَا ١٠٣

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah : 103)

Dan juga seperti dalam penjelasan hadits berikut : “Bila anak Adam meninggal dunia, maka seluruh pahala amalannya terputus, kecuali pahala tiga amalan : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang senantiasa mendoakan kebaikan untuknya.” (HR. At Tirmidzi)

Ibnul Arabi berkata : “Kata zakat digunakan untuk meyebut sesuatu zakat wajib, namun kadangkala juga digunakan untuk menyebut zakat sunah, nafkah, hak dan memaafkan suatu kesalahan.” (Fathul Baari, 3 : 296)

Sementara itu Imam Mawardi, memberikan sebuah kesimpulan mengenai penjelasan antara zakat dan sedekah, : “Sedekah adalah zakat dan zakat adalah sedekah. Dua kata yang berbeda teksnya namun memiliki arti yang sama.” (al-Ahkam as-Sulthaniyah, hal 145)

Untuk mempermudah dalam membedakan antara keduanya, sebagian ahli ilmu mengkhususkan pengertian zakat hanya untuk sesuatu yang hukumnya wajib, seperti zakat mal dan zakat fitri, yang ketentuannya diatur oleh syari’at. Sementara sedekah digunakan untuk sesuatu yang hukumnya sunah, sehingga tidak ada ketentuan dalam mengeluarkan sedekah.

Baca Juga : Dosa Besar Tidak Membayar Zakat

Penjelasan Makna Infaq

perbedaan antara zakat, sedekah dan infaq berinfaq

Kata infak atau bisa juga disebut denga nafkah, memiliki pengertian yang lebih luas dari dua kata sebelumnya, karena mencakup semua jenis pengeluaran atau harta yang dibelanjakan. Allah ﷻ berfirman :

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَكَانَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ قَوَامٗا ٦٧

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqan : 67)

Berdasarkan keterangan dalil tersebut, pengertian infak bisa mencakup juga sedekah dan zakat didalamnya, karena kata zakat dan sedekah memiliki makna yang lebih sempit dan khusus. Sementara itu, penjelasan mengenai membelanjakan harta dalam makna kata infak, tidak hanya dalam perkara yang dianjurkan oleh syari’at, tetapi juga bisa termasuk dalam hal yang telah dilarang. Oleh karena itu, pada beberapa dalil perintah untuk berinfak disertai dengan penjelasan infak di jalan Allah, sebagaimana pada ayat berikut, yang artinya :

[su_quote]“Dan infakkanlah/belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah.” (QS. Al Baqarah : 195)[/su_quote]

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberikan gambaran mengenai perbedaan ketiga makna kata tersebut, sehingga kita dapat memahami dengan lebih baik ketika menunaikannya. Apabila dibutuhkan penjelasan lebih jauh, insyaa Allah kami akan sajikan dalam beberapa tulisan berikutnya.

Referensi : Konsultasisyariah.com, Dr. Muhammad Arifin baderi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *