Perbedaan Setan, Jin dan Iblis
SERBA-SERBI

Memahami Perbedaan Setan, Jin dan Iblis

Alomuslim.com – Ini bukanlah sebuah tulisan yang ingin mengangkat sisi mistis ataupun hal-hal yang bersifat misteri. Melalui tulisan ini kami ingin mengajak masyarakat muslim untuk kembali memahami agamanya, yakni Islam yang sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah.

Karena Islam telah mengajarkan mengenai konsep hidup yang lengkap, baik dalam memahami hal yang nyata maupun ghaib dengan bimbingan dari Yang Maha Mengetahui, Allah Rabbul ‘Alamin dan juga Rasul-Nya.

Banyak umat muslim di Indonesia yang masih meyakini bahwa setan sebagai sosok yang menakutkan dan senantiasa menakuti-nakuti manusia. Dengan berbagai bentuk visualisasi yang ada dibenak mereka, mulai dari sosok bernama pocong, kuntilanak, wewek gombel dan yang sebagainya.

Anehnya sosok setan ini digambarkan berbeda dalam tiap budaya masyarakat. Masyarakat muslim eropa mungkin tidak pernah membayangkan sosok setan berbentuk pocong, ataupun masyarakat muslim Indonesia tidak membayangkan sosok setan berbentuk vampire. Kenapa bisa berbeda? Karena hal tersebut memang merupakan tipuan yang dibuat oleh Iblis laknatullah dan pasukannya untuk menjauhkan umat muslim dari keyakinan yang lurus.

Inilah Perbedaan Setan, Jin Dan Iblis

Lalu makhluk seperti apakah setan itu? Apakah setan, jin dan iblis satu makhluk yang sama atau berbeda?

1. Setan

Sosok yang dianggap menyeramkan seperti penjelasan di atas lebih tepatnya disebut sebagai hantu. Sementara, setan tidaklah sama dengan sosok hantu yang digambarkan oleh sebagian orang tersebut. Karena sosok hantu merupakan imajinasi, sementara setan adalah nyata.

Setan merupakan sifat, karenanya dia dapat melekat pada makhluk dan tidak berdiri sendiri (makhluk tersendiri). Setan merupakan sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot dan melakukan banyak keburukan.

Maka dari sebab itu setan dapat melakat pada manusia dan juga jin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“(setan yang membisikan itu) dari golongan jin dan manusia.” (QS. An Nas : 6)

2. Jin

Jin merupakan salah satu jenis makhluk yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan sebagaimana manusia dan malaikat. Tetapi jin memiliki sifat fisik tertentu yang berbeda dengan manusia dan malaikat. Jin diciptakan dari bahan dasar api, sementara manusia dari tanah kering dan malaikat dari cahaya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“ Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar Rahman : 14-15)

Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal :

  1. Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu.
  2. Jin mendapatkan beban perintah dan larangan syari’at, sebagaimana manusia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu dari kalangan jin-pun ada yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan adapula jin yang jahat. Perbedaan jin dan manusia yang paling mendasar adalah dari asal penciptaan dan penampakan dengan kasat mata. Jin dapat melihat manusia, tetapi tidak sebaliknya, manusia tidak dapat melihat jin kecuali atas izin Allah ﷻ. Allah berfirman :

“Sesungguhnya ia (iblis) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu di suatu keadaan yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raf : 27)

3. Iblis

Sementara iblis merupakan nama salah satu jin yang menjadi pimpinan para pembangkang. Jadi iblis adalah khusus untuk satu makhluk saja, bukan penyebutan untuk jenis makhluk secara umum, sebagaimana penyebutan untuk jin, manusia dan malaikat. Iblis juga memiliki keturunan, dalil yang menyebutkan hal tersebut adalah firman Allah :

“Ingatlah ketika Kami berkata kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’ maka mereka semua-pun sujud kecuali iblis. Dia dari golongan jin dan membangkang dari perintah Allah. Akankah kalian menjadikan dia dan keturunannya sebagai kekasih selain Aku, padahal mereka adalah musuh bagi kalian..” (QS. Al Kahfi : 50)

Sehingga tidak tepat kalau dikatakan iblis adalah raja dari seluruh bangsa jin. Iblis hanya menjadi pimpinan bagi para pembangkang baik dari golongan jin dan manusia, serta para keturunannya yang mereka itu disebut dengan setan.

Wallahu ‘alam.

Referensi : konsultasisyariah.com, Ammi Nur Baits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *