Perintah Untuk Mencukur Kumis
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Perintah Untuk Mencukur Kumis

Alomuslim.com – Bagi sebagian lelaki, ada yang menganggap bahwa kumis merupakan salah satu simbol kejantanan mereka. Sehingga bagi orang yang memiliki anggapan demikian, mereka akan merawat dan memperbagus tampilan kumisnya, karena hal tersebut juga akan memberinya rasa percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain.

Tetapi syariat Islam justru berlawan dengan anggapan mereka. Islam memerintahkan kepada kaum laki-laki untuk mencukur kumis mereka. Karena mencukur kumis termasuk salah satu bagian dari fitrah dan penyempurna perhiasan laki-laki. Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda,

“Fitrah itu ada lima : khitan (di sunat), mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari, Muslim)

Sementara dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam memerintahkan dengan lebih tegas disertai ancaman,

“Barangsiapa yang tidak mencukur kumisnya, maka dia bukan dari golongan kami.” (HR. An Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad)

Yang dimaksud dalam perintah ini adalah mencukur kumis, boleh dengan menyisahkan bulu-bulu tipis atau dengan menghabisinya sama sekali sehingga tidak terlihat ada bulu di tempat tumbuhnya kumis. Kedua pendapat ini sama-sama berdasarkan dalil diatas.

Boleh membiarkan kumis tumbuh selama 40 hari

Dibolehkan bagi seorang laki-laki yang membiarkan kumisnya tumbuh hingga batas maksimal 40 hari. Apabila menyulitkan baginya untuk selalu mencukur kumis setiap kali tumbuh. Hal ini disandarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Anas radhiallahu anhu, dia berkata :

“Ditetapkan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan dan tidak boleh membiarkannya lebih dari empat puluh hari.” (HR. Muslim).

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *