Peristiwa Pernikahan Rasulullah Dengan Khadijah
KISAH NABI DAN RASUL

Peristiwa Pernikahan Rasulullah Dengan Khadijah

Alomuslim.com – Peristiwa pernikahan antara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  dengan ummul mukiminin Khadijah radhiallahu ‘anha terjadi pada saat Rasulullah belum diangkat menjadi seorang Rasul. Pada saat itu beliau masih berusia dua puluh lima tahun, sementara ibunda Khadijah telah berusia empat puluh tahun. Jarak usia antara keduanya tidak menjadi kendala apabila Allah telah berkehendak.

Ibunda Khadijah memiliki nama lengkap Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusay bin Kilab. Secara garis nasab, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  memiliki garis keturunan yang sama dengan ibunda Khadijah, yang bertemu pada pendahulu mereka, yakni Qusay bin Kilab.

Ibunda Khadijah merupakan seorang pelaku bisnis, terpandang dan kaya raya. Ia mempekerjakan banyak karyawan untuk menjalankan roda bisnisnya dengan sistem bagi hasil. Karena orang-orang Quraisy sebagian besarnya merupakan para pedagang.

Ketika ibunda Khadijah mendengar tentang pribadi Rasulullah , dengan berbagai kemuliaan sifat beliau, kemudian ia mengutus seseorang untuk menemui Rasulullah . Sebagai ujian untuk membuktikan kejujuran, keagungan, amanah dan keindahan akhlak Rasulullah, ibunda Khadijah mengutus seorang karyawan laki-lakinya yang sangat dipercaya, yakni Maisarah, untuk memasarkan dagangan ke negeri Syam bersama Rasulullah .

Setelah menyelesaikan urusannya, Rasulullah  segera pulang ke Mekkah bersama Maisarah. Sesampainya di Mekkah, Rasulullah menyerahkan uang hasil penjualan barang dagangan kepada ibunda Khadijah. Kemudian Maisarah menceritakan berbagai pengalaman perjalanannya bersama Rasulullah, maka setelahnya ibunda Khadijah mengutus orang kembali, dengan membawa pesan :

“Wahai sepupu, aku sangat tertarik kepadamu, karena kedekatan kekerabatanmu, kemuliaanmu di tengah kaummu, amanahmu, kebaikan akhlakmu, dan kejujuran ucapanmu.”

Kemudian ibunda Khadijah menawarkan dirinya untuk menikahi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Padahal saat itu, Rasulullah yang masih tinggal bersama pamannya Abu Thalib, hidup dalam keadaan miskin. Tetapi, ibunda Khadijah tetap yakin dengan pendiriannya untuk menikahi Rasulullah karena cintanya terhadap akhlak mulia beliau.

Seperti disebutkan dalam banyak kitab sejarah, bahwa ibunda Khadijah merupakan wanita yang sangat menjaga kesuciannya, dan dia sangat dikenal dengan sifat itu di kalangan kaum Quraisy pada masa jahiliyah. Dengan keberanian ibunda Khadijah melamar seorang lelaki tidak menjadikan dirinya sebagai wanita yang dipandang rendah. Karena para pembesar Quraisy sebenarnya sangat berkeinginan untuk menikah dengannya. Namun ibunda Khadijah telah jatuh hati dengan seseorang yang paling mulia di muka bumi, Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Melalui pernikahan ini keluarga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersama ibunda Khadijah di karuniai banyak anak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diantaranya tiga orang putera Al Qasim, Ath Thayyib dan Ath Thahir. Dan juga empat orang puteri yaitu Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum dan Fathimah. Ketiga putera Rasulullah wafat pada masa jahiliyah, sebelum beliau menerima wahyu ke-Rasulan. Sementara puteri-puteri beliau hidup hingga masa Islam, memeluk Islam dan ikut hijrah bersama Rasulullah.

Referensi : Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *