Peristiwa pertemuan rasulullah dengan pendeta bahira
KISAH NABI DAN RASUL

Peristiwa Pertemuan Rasulullah Dengan Pendeta Bahira

Alomuslim.com – Peristiwa pertemuan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan pendeta  di daerah yang dikenal dengan Busra, terjadi pada saat Rasulullah masih anak-anak. Ketika itu, beliau masih tinggal di bawah asuhan pamannya, Abu Thalib. Peristiwa ini merupakan sebuah perjalanan penting dan berharga dalam mempelajari sirah Nabi.

Pada saat rombongan dagang Quraisy hendak menuju Syam, Abu Thalib turut menyertai rombongan tersebut. Rasulullah berkeinginan untuk ikut serta, sang pamanpun tidak kuasa untuk meninggalkannya. Sang paman tidak ingin ia berpisah dengan kepenokan yang disayanginya untuk waktu yang lama.

[irp posts=”1999″ name=”Kisah Nabi Idris As Menusuk Mata Iblis Yang Menyamar Hingga Diangkat Ke Surga”]

Ketika rombongan Quraisy tiba di suatu daerah bernama Busra, sebuah Kawasan di Syam, mereka memutuskan untuk berhenti sejenak. Di daerah tersebut tinggal seorang pendeta yang dikenal dengan Bahira, ia merupakan orang yang paling tahu mengenai agama Nasrani. Dan para umat Nasrani di daerah tersebut mendapatkan ilmu agama darinya.

Pada tahun itu ketika rombongan Quraisy berhenti di tempat Bahira, mereka di jamu dan diberikan makanan yang sangat banyak oleh sang pendeta, dimana pada tahun-tahun sebelumnya mereka bahkan tidak pernah diajak berbicara dan dipedulikan keberadaannya. Hal ini dilakukan karena Bahira melihat sesuatu yang terjadi di dalam rumah ibadahnya ketika ada rombongan Quraisy tersebut.

[irp posts=”1452″ name=”Kisah Sahabat Abu Hurairah Sang Pewaris Hadits 1″]

Pendeta Bahira melihat awan menaungi sebuah pohon yang menjadi tempat  Rasulullah berteduh dibawahnya. Bahkan ranting-ranting pohon tersebut ikut merunduk luluh kepada beliau. Bahira yang menyaksikan hal tersebut segera menyuruh pembantunya untuk membuatkan makanan, sedang ia sendiri pergi menemui rombongan Quraisy untuk mengajaknya singgah.

Semua orang dari rombongan Quraisy diajak serta untuk makan, kecuali beberapa orang saja termasuk Rasulullah yang tinggal untuk menjaga barang dagangan karena dianggap masih anak-anak. Kemudian pendeta Bahira, menyampaikan kepada mereka agar mengajak seluruhnya untuk makan dan agar tidak ada yang ditinggalkan seorangpun.

Kemudian diantara orang yang tinggal menjaga barang dan Rasulullah diajak masuk untuk ikut makan bersama rombongan. Ketika Rasulullah datang, pendeta tersebut memperhatikan dengan seksama dan teliti seluruh tubuh beliau. Dan ia mendapati beberapa sifat kenabian ada pada diri Rasulullah. Maka ketika selesai makan, mereka semua berpencar, dan Bahirapun mendekati Rasulullah untuk bertanya-tanya.

Ketika Bahira bertanya dengan menggunakan kata-kata ‘Demi al Lata dan al Uzza’, maka Rasulullah menolaknya dengan mengatakan, “Demi Allah, tidak ada yang sangat aku benci melebihi keduanya.” Maka Bahirapun kemudian bertanya dengan berkata, ‘Aku bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, dan hendaknya engkau menjawab pertanyaanku.’

Bahira menanyakan banyak hal kepada Rasulullah, tentang kondisi tidur, postur tubuh dan masalah-masalah lainnya. Rasulullah menjawab semua pertanyaan, dan semua jawabannya sesuai dengan apa yang dia ketahui mengenai ciri-ciri kenabian. Kemudian ia melihat punggung Rasulullah, terdapat tanda kenabian diantara kedua pundaknya, yang merupakan benar-benar ciri kenabian.

Kemudian Bahira mengingatkan kepada Abu Thalib untuk segera membawa Rasulullah pulang ke Mekkah, karena ia khawatir apabila ada orang-orang Yahudi yang melihatnya seperti apa yang dilihat oleh dirinya, maka Yahudi tersebut pasti akan membunuh Rasulullah. Dan ia juga menyampaikan bahwa akan ada perkara besar yang akan terjadi di kemudian hari pada diri Rasulullah. Yang dimaksudkan adalah peristiwa diangkatnya beliau menjadi seorang Rasul.

Setelah menyelesaikan urusan dagangnya, Abu Thalib segera membawa pulang Rasulullah ke Mekkah. Ada sebagian ahli sejarah yang menyebutkan, bahwa pada saat itu ada tiga orang yang berusaha ingin membunuh Rasulullah. Mereka bernama Zurair, Tamam dan Daris, ketiganya merupakan ahli kitab.

[irp posts=”993″ name=”Kisah Ali bin Abu Thalib Bercanda Dengan Rasulullah”]

Mereka melihat pada diri Rasulullah seperti apa yang dilihat oleh Bahira, mereka berusaha keras mencari Rasulullah, namun Bahira melindungi beliau. Bahira mengingatkan kepada ketiga orang itu, tentang Allah, tentang nama dan sifat beliau yang terdapat dalam kitab mereka. Dan ia juga mengingatkan, kalaupun mereka bersepakat untuk membunuh Rasulullah, niscaya tidak akan mungkin mereka mampu mendekatinya. Hingga akhirnya merekapun membenarkan ucapan Bahira dan mengurungkan niatnya untuk membunuh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Referensi : Sirah Nabawiyah, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *