Peristiwa Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar bin Khaththab – Alomuslim

Peristiwa Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar bin Khaththab

Peristiwa Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar bin Khaththab

Alomuslim.com – Amirul Mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu merupakan khalifah yang berhasil memperluas wilayah Islam dengan menaklukan wilayah-wilayah kafir, diantaranya adalah merebut Baitul Maqdis dan penaklukan Persia (saat ini wilayah Iran) yang beragama Majusi. Keberhasilan Umar ini membuat musuh-musuh Islam dari berbagai wilayah yang ditaklukan menaruh dendam yang mendalam. Diantara yang memendam permusuhan paling besar adalah orang-orang Persia dan keturunannya hingga hari ini.

Oleh sebab itu, Amirul Mukminin membuat sebuah peraturan yang melarang orang-orang selain Islam dan juga tawanan orang-orang dewasa masuk kedalam wilayah Madinah. Hal ini untuk melindungi dan menjaga keamanan Madinah dari gangguan musuh-musuh Islam yang hendak menyusup serta berniat membuat kekacauan.

Hingga suatu saat, Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu yang memiliki seorang budak bernama Abu Lu’lu Fairuz Al Majusi dari Persia, yang memiliki keterampilan membuat senjata, sehingga menurut Mughirah, budak tersebut dapat bermanfaat untuk membantu umat Islam membuat senjata. Karena hal tersebut akhirnya Amirul Mukminin, mengizinkan budak tersebut untuk masuk Madinah dan bekerja sebagai pandai besi membuat senjata.

Abu Lu’lu merupakan orang Persia yang masih menaruh dendam kepada Amirul Mukminin dan juga kaum muslimin. Terlebih lagi ketika ia mengadukan keberatan atas yang dilakukan tuannya, tetapi Amirul Mukminin tidak membelanya. Sehingga dia merasa tidak ada keadilan bagi dirinya. Dia menyiapkan sebuah rencana dengan membuat pisau khusus bermata dua yang diasah tajam dan dilumuri racun untuk membunuh Amirul Mukminin. Hingga pada suatu pagi menjelang shalat subuh pada hari Rabu, dia bersembunyi di salah satu sudut bagian dari masjid Nabawi

Ketika Amirul Mukminin berdiri mengimami kaum muslimin, pada saat membaca surat panjang setelah Al Fatihah, Abu Lu’lu menyerobot kedepan melewati shaf-shaf shalat kaum muslimin menuju imam dan seketika itu menusukan pedangnya ke arah Amirul Mukminin dari belakang hingga tembus ke bagian depan perut beliau. Kemudian beliau berteriak, ‘Seseorang telah membunuhku, seekor anjing telah menerkamku.’

Abu Lu’lu berusaha melarikan diri dengan mengayun-ayunkan pedangnya hingga melukai tiga belas orang, tujuh orang diantaranya mati ditempat. Kemudian ada seseorang yang melemparkan jubahnya ke arah Abu Lu’lu dan memukulinya. Karena tahu tidak akan selamat, Abu Lu’lu memilih untuk bunuh diri.

Sebagian sahabat yang berada di pojok kiri dan kanan shaf, tidak mengetahui kejadian tersebut. Ketika mereka tidak mendengar suara bacaan Amirul Mukminin, mereka berteriak ‘Subhanallahu, Subhanallahu..’ karena mereka mengira imam lupa. Lalu Amirul Mukminin menarik tangan Abdurahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu untuk maju kedepan dan melanjutkan shalat. Abdurahman-pun melanjutkan shalat dengan membaca surat yang pendek.

Amirul Mukminin bertanya kepada Ibnu Abbas, siapa yang telah menusuknya. Kemudian Ibnu Abbas berkeliling dan berkata, ‘Budaknya Mughirah’. Umar kemudian memuji Allah karena yang membunuhnya adalah orang Majusi, bukan orang Islam. Kemudian orang-orang membawanya pulang, dan memberinya minuman dari rendaman kurma tetapi keluar dari perutnya, demikian juga ketika memberinya minum dengan susu, juga keluar dari perutnya.

Maka ketika itu, kaum muslimin telah menyadari bahwa Amirul Mukminin tidak bisa lagi diselamatkan. Umar memohon izin kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha agar dapat dimakamkan di samping makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, dan ia mengizinkan untuk memakamkan Umar disisi Rasulullah dan Abu Bakar.

Sementara makam Abu Lu’lu yang diyakini berada di kota Kasyan – Iran, padahal ia wafat di Madinah, hari ini disucikan oleh orang-orang Syi’ah yang merupakan keturunan Persia. Mereka menganggap Abu Lu’lu sebagai pahlawan dan memberinya gelar Sang Pemberani Dalam Agama karena telah berhasil membunuh Umar. Abu Lu’lu dan Syiah adalah sama, keturunan Persia yang membenci Umar bin Khathtab dan menaruh dendam kepada kaum Muslimin. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Referensi :

  • Umar Bin Khaththab Dibunuh Orang Iran, Ammi Nur Baits (Konsultasi Syariah)
  • Peristiwa Syahidnya Umar Bin Khaththab, Nurfitri Hadi (Kisah Muslim)
  • Kisah Terbunuhnya Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab, video ceramah singkat Dr. Khalid Basalamah, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *