Pernikahan Rasulullah Setelah Wafatnya Khadijah

Pernikahan Rasulullah Setelah Wafatnya Khadijah

Alomuslim.com – Setelah Ibunda Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menikah dengan Saudah binti Zam’ah radhiyallahu ‘anha. Pernikahan Rasulullah dengan Saudah juga terjadi pada tahun 10 kenabian, tepatnya pada bulan Syawwal atau sekitar satu bulan setelah wafatnya ibunda Khadijah.

Saudah termasuk wanita yang masuk Islam pada masa awal-awal dakwah, dan dia juga orang yang termasuk ikut serta dalam hijrah yang kedua ke negeri Habasyah. Mantan suaminya, as-Sakran bin Amr, wafat ketika hijrah di negeri Habasyah. Ada riwayat yang menyebutkan, dia wafat sepulangnya ke Mekah.

Saudah merupakan wanita pertama yang dinikahi oleh Rasulullah sepeninggal Khadijah. Setelah beberapa waktu, tepatnya satu tahun setelah pernikahan dengan Saudah, Malaikat mendatangi Rasulullah melalui mimpinya dengan menampakan sosok Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha. Kemudian Aisyah dinikahi oleh Rasulullah pada bulan Syawwal tahun 11 kenabian, ketika masih berusia 6 tahun.

Aisyah baru tinggal serumah dengan Rasulullah ketika hijrah ke Madinah pada bulan Syawwal tahun pertama Hihriyah dan saat itu dia sudah berusia 9 tahun. Aisyah merupakan istri yang paling disayangi oleh Rasulullah setelah Khadijah. Dan salah satu hikmah dinikahinya Aisyah adalah kecerdasannya dalam mengahapal dan mengingat berbagai hadits dari Rasulullah. Sehingga banyak hadits mengenai kehidupan rumah tangga Rasulullah yang diriwayatkan darinya, sementara istri yang lain tidak banyak meriwayatkannya.

Setelah hijrah ke Madinah, pada tahun 3 Hijriyah, Rasulullah menikahi Hafshah radhiyallahu ‘anhumma. Hafshah merupakan putri salah seorang sahabat Rasulullah yang mulia, yakni Umar bin Khaththab. Umar menawarkan putrinya kepada Rasulullah, setelah suaminya meninggal. Kemudian beberapa waktu berselang, Rasulullah menikahi Zainab binti Khuzaimah. Namun, setelah dua tahun tinggal bersama Rasulullah, Zainab meninggal dunia.

Pada tahun ke-4 Hijriyah, Rasulullah menikahi Ummu Salamah yang bernama Hindun binti Abi Umayyah bin al-Mughirah. Ummu Salamah merupakan istri Rasulullah yang paling akhir meninggal dunia, yakni pada tahun 62 Hijriyah. Selanjutnya Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsyi. Zainab binti Jahsyi merupakan bekas istri Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah, yang setelah diceraikan turun perintah dari langit ketujuh agar Rasulullah menikahinya. Dan Allah mengabadikannya dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 37.

Kemudian pada tahun ke-6 Hijriyah, Rasulullah menikahi Juwairiyah bin Al-Harits, yang ketika itu menjadi tawanan perang Tsabit bin Qais radhiyallahu ‘anhu, lalu beliau menebusnya dan langsung menikahinya. Lalu Rasulullah menikahi salah seorang putri Abu Sufyan, yang dikenal dengan panggilan Ummu Habibah. Ummu Habibah dinikahi ketika sedang hijrah di negeri Habasyah, dan Raja Najasyi memberikannya 400 dinar sebagai mahar dari Rasulullah.

Tahun ke-7 Hijriyah, Rasulullah menikahi Shafiyah bintu Huyai bin Akhthab. Ayahnya merupakan pemuka kaum Yahudi dari Bani Nadhir, dan masih memiliki garis keturunan Nabi Harun, saudara Nabi Musa. Shafiyah merupakan salah satu wanita paling cantik di dunia ketika itu. Lebih dari itu, dia memiliki kedudukan yang tinggi karena Ayahnya keturunan Nabi (Harun), pamannya seorang Nabi (Musa) dan dinikahi oleh Nabi (Rasulullah).

Pada tahun yang sama, Rasulullah juga menikahi Maimunah bintu al-Harits, dan ini merupakan pernikahan terakhir beliau. Menurut sebagian ulama, Rasulullah juga menikahi seorang budaknya yang bernama Mariyah al-Qibtiyah, tetapi sebagian lain menganggap beliau tidak menikahinya. Dari Mariyah Al Qibtiyah inilah Rasulullah dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, tetapi hanya sampai berusia dua tahun. Sementara dari istri yang lainnya beliau tidak dikaruniai satu orang anakpun. Wallahu Ta’ala a’lam. 

Referensi :

  • Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Darul Haq : 2017)
  • Sekilas Tentang Istri-Istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr (Almanhaj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *