Pertanda Kiamat Yang Telah Terjadi Pada Masa Khulafaur Rasyidin

Alomuslim.com – Pertanda Kiamat Yang Telah Terjadi Pada Masa Khulafaur Rasyidin Peristiwa hari kiamat merupakan sebuah misteri yang tidak seorang manusiapun bisa mengetahui kapan akan terjadi. Banyak karya tulis dari para ulama maupun penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait berbagai pertanda datangnya hari kiamat. Karena membahas tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi pertanda hari kiamat akan selalu menarik dan menyita perhatian.

Namun disayangkan ada sebagian orang membuat ramalan-ramalan tanpa dasar ilmu. Terkadang ramalan tersebut malah menyerupai ramalan dari dukun, mereka memaksakan kemiripan antara dalil yang terkadang tidak shahih dengan peristiwa yang sedang atau telah terjadi. Kemudian menyimpulkannya dengan sekehendak mereka dan menyebarkan ke tengah-tengah manusia. Ini jelas berbahaya, karena akan menyebabkan berbagai ketakutan dan kepanikan bagi orang-orang yang mempercayainya.

Baca Juga : Tanda Dekatnya Hari Kiamat

Maka cukuplah keterangan dari Rasulullah yang menjadi dasar bagi kita untuk mengenali peristiwa-peristiwa yang menjadi pertanda datangnya hari kiamat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, merupakan satu-satunya manusia yang memiliki ilmu dalam perkara ghaib dengan bimbingan wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, pernah mengabarkan kepada sahabatnya mengenai beberapa pertanda kiamat yang terjadi pada masa beliau dan yang akan terjadi setelahnya. Seperti yang diceritakan oleh Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu, dia berkata :

“Aku menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada saat beliau berada di sebuah tenda yang terbuat dari kulit ketika perang tabuk. Beliau bersabda, ‘Ingatlah olehmu bahwa akan terjadi 6 pertanda hingga datangnya hari kiamat nanti ; (1) kematianku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) kematian massal yang membinasakan kalian (para sahabat) bagaikan kambing yang tiba-tiba mati,

Baca Juga : Peristiwa Terbelahnya Bulan

(4) berlimpahnya harta sampai-sampai apabila seseorang diberi 100 dinarpun dia tetap marah, (5) fitnah yang menimpa setiap rumah orang-orang Arab, dan (6) perdamaian yang terjadi antara kalian dengan kaum ‘Bani Ashfar’, lalu mereka mengkhianati kalian dan mereka akan mendatangi kalian dengan 80 panji yang setiap panjinya berisikan 12.000 pasukan’.” (HR. Bukhari no. 3176)

Dari keterangan hadits tersebut mencakup 6 pertanda hari kiamat, dan 3 peristiwa diantaranya telah terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin, yaitu ;

  1. Wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
  2. Penaklukan Baitul Maqdis, Palestina.
  3. Kematian massal.

Khulafaur rasyidin merupakan sebuah periode kepemimpinan setelah wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, yang mencakup empat periode kepemimpinan. Setelah Rasulullah wafat, merupakan peristiwa pertama yang terjadi pada masa khulafaur rasyidin, kepemimpinan umat islam di amanahkan kepada sahabat yang paling mulia, Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu anhu.

Sementara peristiwa kedua dan ketiga terjadi pada periode berikut di masa Khulafaur rasyidin, yakni pada masa Umar bin Khathab yang menggantikan Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu ‘anhumma sebagai amirul mukminin. Pada masa Umar radhiallahu ‘anhu terjadi penaklukan Baitul Maqdis, Palestina dan juga terjadinya kematian massal karena wabah penyakit. Wabah penyakit ini menimpa para sahabat dalam bentuk wabah kolera, sehingga menyebabkan banyak diantara para sahabat yang wafat.

Hal ini dikuatkan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ;

“..Kemudian muncullah wabah penyakit di tengah-tengah kalian yang dengan wabah itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala mematikan keturunan dan diri kalian serta mensucikan amalan kalian.” (HR. Ibnu Majah no. 4042)

Dan juga dalam hadits yang diriwayatkan dari Asy Sya’bi, sesungguhnya Auf bin Malik berkata kepada Mu’adz terkait wabah amwas (kolera), “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Ingatlah 6 tanda hari kiamat ; 3 diantaranya benar-benar telah terjadi , yaitu ; wafatnya Rasulullah , penaklukan Baitul Maqdis dan wabah kolera. Sedangkan 3 pertanda lainnya belum terjadi. Maka berkatalah Mu’adz kepada Auf bin Malik, ‘Sungguh orang ini adalah ahli dalam bidang ini’. (Fathul Baari 6/321)

Maka hanya kebenaranlah yang dikatakan oleh baginda Nabi . Oleh karena itu kita wajib beriman dengan segala yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kabarkan, dan meninggalkan perkataan-perkataan manusia yang menyelisihinya.

Wallahu ‘Alam.

Home

Prayers

Quran

Do'a

Qiblat