Poligami, Antara Penolakan Dan Pelecehan

poligami

Alomuslim.com – Poligami, seringkali mengundang kontroversi ditengah masyarakat, karena dianggap tidak memberikan keadilan bagi para wanita dan hanya memberikan keuntungan bagi para lelaki saja. Bagaimana tidak, para lelaki dibolehkan untuk menikahi lebih dari satu wanita, sementara wanita harus mengorbankan perasaannya dengan merelakan membagi cinta serta kasih sayangnya kepada beberapa wanita lain yang dinikahi oleh suaminya.

Syariat Islam memang tidak membatasi seorang lelaki untuk menikah dengan satu wanita saja (monogami). Allah membolehkannya untuk menikah dengan lebih dari satu dan membatasinya sampai empat. Adapun dalil disyariatkannya poligami adalah :

“Dan jika kamu khawatir tidak berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan lain yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atas hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zhalim.” (QS. An-Nisa’ : 3)

Inilah dalil ayat yang sering dijadikan alasan oleh para lelaki untuk melakukan poligami. Oleh karenanya, kemudian banyak orang-orang yang menyerang syariat Islam yang satu ini, terutama dari kalangan para wanita, karena merekalah yang dianggap menjadi korban dengan adanya poligami. Apakah dengan alasan tersebut, kaum wanita boleh menolak syariat ini? Tidak. Siapapun tidak boleh menolak penetapan syariat poligami, karena sama saja ia mengharamkan apa yang telah Allah halalkan.

Sebenarnya yang patut disayangkan adalah perilaku orang-orang yang menjadikan syariat Islam sebagai alasan untuk mencapai maksud pribadinya dan mengambil keuntungan darinya. Dalam hal ini, ada sebagian lelaki yang menjadikan ayat poligami untuk memuaskan nafsunya agar bisa menikahi banyak wanita, tetapi mengabaikan syarat-syaratnya. Sehingga perilaku mereka ini menodai kesucian syariat Islam dan membuatnya menjadi dipandang buruk oleh sebagian manusia.

Poligami tidaklah diharuskan bagi setiap lelaki, tetapi hanya dikhususkan bagi mereka yang mampu berbuat adil kepada para istri yang dinikahinya. Apabila dia tidak mampu berbuat adil, maka dia wajib hanya menikah dengan satu wanita saja. Karena apabila dia ternyata tidak mampu berbuat adil namun tetap memaksakan diri untuk berpoligami, dia akan menerima balasannya di hari Kiamat kelak.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Apabila seorang lelaki memiliki dua istri namun tidak berlaku adil diantara keduanya, pada hari Kiamat kelak ia akan datang dalam sebagian tubuhnya miring.” (HR. Tirmidzi)

Maka untuk para wanita dan siapapun anda, janganlah kalian menolak syariat poligami hanya karena alasan tidak ingin mengorbankan perasaan kaum wanita, sesungguhnya Allah-lah yang telah menghalalkan poligami. Dan untuk para kaum lelaki, janganlah kalian melecehkan syariat poligami dengan menikahi banyak wanita hanya untuk kepentingan nafsu pribadi semata, sesungguhnya Allah telah menyiapkan balasan atas perbuatan kalian. Allahul musta’an

Referensi : Fiqih Sunnah Wanita, Abu Malik Kamal ibnu As-Sayyid Salim (Madina Adipustaka : 2013)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
hukum ciuman saat berpuasa
Read More

Hukum Ciuman Saat Berpuasa

Hukum Ciuman Saat Berpuasa – Dikutip dari harakahislamiyyah.com, salah satu inti puasa ialah pengendalian diri, baik dari makanan, minuman,…