puasa saat hamil
DASAR ISLAM, PUASA

Puasa Saat Hamil Muda, Bahayakah?

Puasa Saat Hamil Muda, Bahayakah? Pertanyaan ini mungkin sangat sering muncul di benak anda, terutama para wanita yang sedang mengandung. Puasa memang adalah salah satu kewajiban bagi seluruh umat muslim. Selain diwajibkan, puasa sendiri adalah satu kebutuhan bagi manusia.

Karena Allah SWT telah menjanjikan besarnya berkah dan manfaat bagi hambanya yang mau menjalankan perintah untuk puasa di bulan Ramadhan. Masalahnya terkadang muncul dari para wanita, dimana yang pada kehamilannya bertepatan dengan datangnya bulann Ramadhan. Di satu sisi ingin mendaptkan ridhlo Allah SWT dan keberkahan bulan Ramdhan dengan menjalankan perintah-Nya. Sisi lain, ada keselamatan diri dan janin yang juga harus diperhatikan.

Baca Juga : Puasa Bagi Wanita Menyusui 

Lalu, bagaimana cara menyikapi hal tersebut? Bagaimana resiko menjalankan puasa saat hamil muda, bahayakah? Bagaimana pula hukum puasa saat hamil menurut islam? Nah, mari kita ulas bersama-sama. Tim Alomuslim telah mengumpulkan beberapa materi dari sumber yang terpercaya dalam hal ini, semoga dapat bermanfaat dan membantu memberi jawaban dari semua pertanyaan diatas.

Puasa Saat Hamil

Puasa Saat Hamil Menurut Islam

Wanita, sebenarnya adalah salah satu golongan yang tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa saat hamil menurut islam. Bahkan selama satu bulan penuh pun tidak berdosa bagi wanita yang sedang hamil jika tidak berpuasa. Namun, jika itu dirasa membahayakan dirinya dan janin yang sedang di kandung. Jika dirasakan aman-aman saja maka si ibu atau wanita tadi boleh untuk tetap menjalankan puasa. Atau malah tetap berkewajiban untuk puasa, jika jelas diketahui tak kan memunculkan efek negatif sama sekali. Sebaliknya, jika ada kekhawatiran maka boleh ditinggalkan, atau jika jelas membahayakan maka hukumnya haram bagi si wanita tadi untuk menjalankan puasa saat itu.

Nah, meskipun boleh ditinggalkan, bukan berarti bebas tanggung jawab. Si ibu tadi atau wanita yang sedang hamil tersebut tetap wajib mengganti puasanya di hari lain (luar Ramadhan) ketika fisik dan mentalnya sudah siap untuk melaksanakan puasa. Kewajiban mengganti puasa itu disebut dengan puasa qadha’ atau meng-qadha’ puasa. Ketentuannya adalaj sebagai berikut :

Pertamajika seorang wanita yang hamil meninggalkan puasa karena dirasa/khawatir akan timbul efek buruk bagi janin yang sedang dikandung, maka baginya wajib untuk mengganti puasa/puasa qadha’ dan membayar fidyah sebanyak yang ditinggalkan.

Kedua, Jika seorang wanita yang meninggalkan puasa Ramadhannya karena khawatir atau dirasa akan menimbulkan efek negatif bagi dirinya dan janin yang dikandung, maka untuknya hanya diwajibkan meng-qadha’ puasa. Tak perlu lagi membayar fidyah.

Puasa Saat Hamil Menurut Medis

Ketika berpuasa, seseorang harus menahan rasa haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam (waktu di Idonesia). Bahkan ada yang lebih dari angka tersebut di beberapa belahan bumi yang lain. Nah, dalam kondisi tersebut, bagi para wanita yang ingin menjalankan puasa saat hamil muda maupun tua, haruslah tetap memperhatikan asupan gizi dan nutrisi untuk dirinya dan janin yang dikandung. Syarat minimal kebutuhan nutrisiny adalah 2500 kilo kalori di setiap harinya. Dalam pembagian prosentase, nutrisi tersebut meliputi 20% lemak nabati seperti sayuran kacang, 30% protein nabati dan hewani, serta 50% untuk karbohidrat.

Selain itu asupan vitamin juga harus banyak diperhatikan terutama untuk daya tahan tubuh. Suplemen khusus yang terdiri dari zat besi, asam folat, serta kalsium tak kalah penitngnya. Karena pada saat berpuasa, tak cukup hanya engandalkan asupan zat besi dari makanan yang dikonsumsi. Kenapa zat besi sangat penting bagi para wnaita yang puasa saat hamil muda maupun tua sekipun? Karena kebanyak ibu hamil mengalami peningkatan pada prosentase resiko anemian yang mencapai angka hingga 50%.

Asam folat dan juga kalsium juga wajib untuk sangat diperhatikan. Asam folat bermanfaat untuk membantu tumbuh kembang janin dan mencegah resiko cacat pada janin. Sedangkan kalsium juga sangat penting untuk pembentukan tulang si calon jabang bayi. Selain itu, kosumsi air putih saat sahur dan buka hingga setelahnya juga harus benar-benar cukup.

Pada intinya, dipembahasan kali ini adalah, tidak mengapa menjalankan puasa saat hamil bagi para wanita. Asalkan sudah benar-benar diketahui bahwa kondisi tubuh dan janin memungkinkan untuk melakukannya. Karena kondisi seseorang saat hamil berbeda-beda. Terkadang ada calon ibu yang kuat puasa saat hamil muda atau tua. Tapi terkadang adapula seorang wanita yang dalam kondisi tertentu fisiknya lemah, hingga mempengaruhi juga kesehatan janin yang ada di rahimnya.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Sesungguhnya Allah memberikan keringanan setengah dari kewajiban salat (yakni dengan mengqoshor) dan kewajiban bershaum kepada seorang musafir serta wanita hamil dan menyusui,” (H.R. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, An Nasa’i dan Al-Imam Ahmad).

Hadits lainnya juga mengungkapkan tentang dibolehkannya seorang wanita tidak puasa saat hamil dengan beberapa ketentuan yang harus dilaksanakan. Seperti yang telah disebutkan diatas.

الحَامِلُ وَالمُرْضِعُ إِذَا خَافَتَا عَلَى أَوْلاَدِهِمَا أَفْطَرَتَا وَأَطْعَمَتَا

“Wanita hamil atau menyusui dalam keadaan keduanya takut terhadap anaknya boleh bagi keduanya berifthar (tidak bershaum) dan wajib bagi keduanya membayar fidyah.” (H.R. Abu Dawud).

Demikian tadi ulasan kita tentang hukum puasa saat hamil menurut islam dan juga menurut tinjauan dari medis. Semoga artikel kali ini bermanfaat.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *