Qatzman Pahlawan Perang Yang Masuk Neraka

Qatzman Pahlawan Perang Yang Masuk Neraka

Qatzman Pahlawan Perang Yang Masuk Neraka – Peperangan sering terjadi di zaman Rasulullah, Rasulullah sering membakar semangat para pemuda dengan mengingatkan pahala surga yang diberikan oleh Allah bagi pejuang di jalan Nya sehingga pemuda pemuda Islam bersemangat pergi ke medan perang karena mereka merindukan surga yang dijanjikan Allah dan Rasul Nya.

Sering kali peperangan yang terjadi tidak seimbang dalam jumlah dan peralatan seperti perang Badar dimana jumlah pasukan Rasul hanya sekitar 300 orang sedangkan jumlah pasukan kaum Musyrik hampir 1000 orang. Maka ketika kaum musyrik menyerang Rasulullah, beliau mengundang para pemuda dari seluruh penjuru Madinah untuk ikut berperang, salah satu pemuda yang memenuhi undangan Rasulullah adalah Qatzman.

Di medan perang aksi Qatzman dilihat para sahabat mereka memuji keberanian Qatzman, padahal pertempuran terjadi dengan sangat sengit banyak korban berjatuhan dari pihak Rasul maupun dari pihak lawan namun tidak menyurutkan keberanian Qatzman, hampir tidak ada musuh yang lolos dari pedangnya.

Ketika sahabat sedang membicarakan dan mengutarakan kekagumannya pada Qatzman, Rasulullah mendengarnya dan berkata “Sesungguhnya, dia termasuk penghuni neraka” mendengar perkataan rasul sahabat bertanya tanya bagaimana mungkin seseorang yang sangat pemberani dan mati matian berperang ternyata adalah seorang penghuni neraka.

Salah satu sahabat yang bernama Aktsam ia meminta ijin kepada Rasulullah untuk mengikuti gerak gerik Qatzman. Maka pergilah Aktsam mengintai Qatzman, ia melihat Qatzman yang sedang terluka pergi keluar dari tendanya sedang kan fisiknya terlihat sangat lelah dan penuh luka. Qatzman berjalan tertatih tatih dan sangat pelan malah kadang kadang ia berhenti, rintihannya juga terdengar jelas “Alangkah baiknya aku mati saja, aku pasti tidak akan merasakan semua rasa sakit ini” . ia terus saja merintih dan mengeluh.

Pada suatu tempat yang sepi Qatzman berhenti dan meletakkan pedangnya ditanah kemudian dia duduk perlahan lalu seketika saja ia menusukkan pedangnya ke dadanya sendiri. Aktsam hanya sempat berteriak dan tidak sempat mencegahnya. Aktsam menceritakan kejadian tragis yang baru saja terjadi pada Rasulullah.

Sahabat sahabat yang mendengar penjelasan Aktsam menyesali perbuatan Qatzman dan membenarkan perkataan Rasulullah, setelah keributan reda Rasulullah menjelaskan pertemuan Qatzman dan Rasulullah sebelum berperang, Qatzman mengeluhkan sakit yang ia derita beberapa lama sebelumnya  Qatzman juga mengutarakan niatnya berperang “Demi Allah, aku berperang hanya karena kehormatan kaumku dan kota Madinah. Aku tidak ingin kaumku dihancurkan oleh kaum musyrik, Jika bukan karena itu sungguh samapai kapan pun aku tak mau berperang”

Sahabat mendapatkan pelajaran berharga hari itu bahwa niat yang tulus karena Allah lah yang menentukan bernilainya sebuah amal. Sesederhana amalan apapun jika diniatkan karena Allah semata pasti akan mendapatkan pahala yang Allah janjikan.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *