Rahasia Doa Dan Beberapa Kesalahan Karenanya

rahasia doa

Rahasia Doa Dan Beberapa Kesalahan Karenanya – Berdoa merupakan ibadah yang senantiasa menemani perjalanan hidup seorang muslim, baik dalam keadaan senang karena mendapatkan nikmat, terlebih dalam keadaan sedih ketika tertimpa musibah. Sudah menjadi fitrah dari seorang manusia ketika berada dalam kesedihan maupun kesulitan, mereka butuh sesuatu untuk mengurangi bebannya. Pada saat seperti itulah mereka akan memulai untuk berdoa.

Berdoa akan menjadi obat yang sangat bermanfaat dalam mengobati kegundahan dan kesedihan hati. Bagi sebagian orang, terkadang kita mendapati betapa cepatnya doa mereka dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga terkadang kita bertanya-tanya dalam hati, apa yang menyebabkan doa mereka dikabulkan?

Baca Juga : 7 Faktor Yang Menyebabkan Doa Tidak Terkabulkan

Perlu diketahui ada beberapa rahasia dibalik terkabulnya doa orang-orang tersebut diantaranya yakni, doa-doa tersebut kadang dipanjatkan ketika kondisi mereka sedang terjepit, dengan disertai ketundukan hati kepada Allah, bertepatan dengan waktu-waktu dikabulkannya doa, dan atas dasar kebaikan yang pernah dilakukan sebelumnya sehingga Allah mengabulkan doa tersebut sebagai tanda syukur terhadap kebaikan mereka yang berdoa, serta hal-hal lain yang menyebabkan doa-doa terkabul.

Akan tetapi, sebagian orang salah persepsi, dengan membuat persangkaan bahwa rahasia terkabulnya doa tersebut ada pada lafazh yang dibacanya. Maka sebagian orang memakai lafazh tersebut, tetapi mengabaikan berbagai perkara serta kondisi yang menyertai orang yang doanya dikabulkan itu.

Hal ini sama seperti orang yang menggunakan obat yang manjur, pada waktu dan cara yang tepat, hingga obat itu bermafaat baginya. Kemudian orang lain menyangka dapat memperoleh manfaat serupa dengan memakai obat yang sama, sementara ia mengabaikan berbagai segi lainnya yang menyertai penggunaan obat tersebut. Orang seperti ini benar-benar telah salah persepsi.

Contoh lainnya, dari kekeliruan yang banyak terjadi di tengah masyarakat muslim di Indonesia. Terkadang ada orang yang berada dalam kondisi terjepit, kemudian ia berdoa di kuburan, lalu doanya dikabulkan. Banyak orang yang akan menyangka, bahwa rahasia terkabulnya doa orang tersebut terletak pada kuburan.

Ia tidak tahu bahwa rahasia sebenarnya dari dikabulkannya doa orang tersebut, justru terletak pada kondisi pemohon yang benar-benar terjepit dan kesungguhannya dalam memohon kepada Allah. Abu Dzar radhiallahu anhu pernah berkata ;

“Cukuplah doa itu diterima jika disertai dengan kebajikan, yakni layaknya sejumput garam yang mencukupi sejumlah makanan.”

Semoga bisa menjadi perenungan bersama. Wallahu A’lam Bishawab.

Sumber : Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *