Raja Nashrani Yang Melindungi Muhajirin Di Negeri Habasyah
KISAH SAHABAT

Raja Nashrani Yang Melindungi Muhajirin Di Negeri Habasyah

Alomuslim.com – Ketika hijrah pertama kali terjadi pada tahun kelima kenabian, para sahabat pergi ke sebuah negeri bernama Habasyah (Ethiopia). Rasulullah shallallahu alaihi was sallam yang memang sebelumnya sudah mengenal Raja Habasyah, memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah dan mencari perlindungan di negeri itu.

Najasyi merupakan raja negeri Habasyah yang beragama Nashrani, tetapi ia merupakan raja yang baik dan taat kepada ajaran agama. Najasyi mengharamkan siapapun di zhalimi di negerinya dan ia akan melindungi orang-orang tersebut. Karenanya pada saat itu Habasyah merupakan negeri yang aman sehingga menjadi pilihan untuk hijrah.

Pada saat kaum muslimin telah banyak yang berhijrah ke negeri Habasyah, orang-orang Quraisy mengirim utusan untuk memulangkan kembali para Muhajirin (orang-orang yang hijrah) ke Mekkah. Adapun yang menjadi utusan orang-orang Quraisy adalah Abdullah bin Abu Rabi’ah dan Amr bin Al-Ash bin Wail (yang pada saat itu belum memeluk Islam).

Orang Quraisy melakukan berbagai cara agar bisa memulangkan para muhajirin, mulai dari menyiapkan hadiah yang banyak untuk sang raja hingga membenturkan antara keyakinan raja Najasyi yang beragama Nashrani dengan para muhajirin, mengenai Isa bin Maryam Alaihissallam. 

Tetapi raja Najasyi tidak bergeming dengan harta, dan menerima serta membenarkan pernyataan para muhajirin mengenai Nabi Isa Alaihissallam. Kemudian raja Nasjasyi mengusir utusan Quraisy dan meminta mereka mengambil hadiahnya kembali kemudian segera pergi dari negeri Habasyah. Akhirnya para muhajirin bisa hidup dengan bahagia dan damai dalam beribadah, hingga munculnya seseorang yang berusaha melengserkan raja Najasyi.

Diakhir hidupnya, raja Najasyi mengikrarkan diri untuk bersyahadat dan memeluk agama Islam. Meskipun hal itu harus ditentang oleh penduduk Habasyah yang beragama Nashrani. Hal tersebut kemudian di dengar oleh Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, maka ketika Najasyi meninggal dunia, beliau melakukan shalat Ghaib dan memohonkan ampun untuk raja Najasyi.

Referensi : Sirah Nabawiyah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *