Rumahku Surgaku

rumahku surgaku

Rumahku Surgaku – Dalam beberapa kebudayaan masyarakat dunia, banyak kalimat bijak dalam ragam bahasa yang menggambarkan tentang kebahagiaan berada di rumah. Dalam bahasa Inggris kita mengenal istilah Home Sweet Home, dalam khazanah bahasa Arab dikenal dengan istilah Baiti Jannati, sementara dalam bahasa Indonesia, Rumahku Surgaku.

Rumah merupakan karunia yang telah Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman Allah dalam kitab-Nya yang mulia, yang artinya :

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal.” (QS. An Nahl : 80)

Ibnu Katsir rahimahullahu, dalam kitab tafsirnya menjelaskan makna dari ayat tersebut, dia berkata : “Allah menyebutkan kesempurnaan nikmat-Nya atas hamba-Nya, dengan apa yang Dia jadikan bagi mereka rumah-rumah yang merupakan tempat tinggal mereka. Mereka kembali kepadanya, berlindung dan memanfaatkannya dengan berbagai macam manfaat.

Rumah, dalam artian tidak hanya sekedar sebuah bangunan semata, telah memberikan banyak kegunaan kepada manusia. Rumah adalah tempat makan, tidur, istirahat, berkumpulnya anggota keluarga, juga sebagai tempat untuk melakukan berbagai aktivitas paling pribadi dari masing-masing anggota keluarga. Rumah merupakan tempat menjaga diri dan keselamatan dari berbagai kejahatan serta menolak dari bahaya manusia lain. Rumah juga menjadi tempat berlindung ketika terjadi fitnah. Rasulullah ﷺ bersabda, :

“Beruntunglah orang yang menguasai lisannya, dan rumahnya melapangkannya, serta menangisi kesalahannya.” (HR. ath-Thabrani no. 3842)

Dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda, :

“Keselamatan seseorang dalam kerusuhan atau musibah, yaitu ketika ia senantiasa mendiami rumahnya.” (HR. ad-Dailami)

Seorang muslim akan merasakan keadaan tersebut ketika ia sedang dalam kondisi terasing atau jauh dari rumahnya. Ketika dia terjebak dalam lingkungan yang gemar dengan maksiat, ketika dia tidak berdaya melawan kemunkaran tersebut, maka dia memiliki tempat berlindung ketika kembali ke rumahnya. Rumah akan menjaga dirinya dari perbuatan dan pandangan yang dilarang, menjaga istrinya dari tabarruj (pamer kecantikan dan perhiasan), serta menjaga anak-anaknya dari teman-teman yang jahat.

Maka senantiasa ‘hidupilah’ rumah dengan dzikrullah, baik dalam hati maupun lisan, dengan banyak membaca Al Qur’an serta mempelajari ilmu agama, agar senantiasa membawa keberkahan serta keselamatan. Karena perumpamaan rumah yang dihidupi dengan dzikrullah dengan yang tidak adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, :

“Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya adalah (laksana) perumpamaan orang yang hidup dengan yang mati.” (HR. Muslim I/539).

Wallahu Ta’ala ‘Alam

Referensi : 40 Nasihat Memperbaiki Rumah Tangga, Syaikh Dr. Muhammad bin Shalih al-Munajjid (Darul Haq : 2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *