Sahabat Pembuka Jalan Hijrah Ke Madinah

Alomuslim.com – Setelah peristiwa Bai’at Aqabah pertama yang dilakukan oleh 12 orang dari suku Aus dan Khazraj yang berasal dari Yatsrib (Madinah, fase sebelum hijrah) pada tahun ke 12 kenabian, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam segera mengutus duta Islam pertama untuk berdakwah di Yatsrib (Madinah).

Tugas utama dari duta tersebut adalah mengajarkan syariat Islam kepada kaum muslimin yang sudah berbai’at serta bergerak menyebarkan Islam dikalangan mereka yang masih musyrik. Untuk urusan tersebut, beliau memilih seseorang pemuda Islam yang merupakan seorang as-Sabiqun al-Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam), yaitu Mush’ab bin Umair al-Abdari radhiyallahu ‘anhu. Mush’ab dikenal sebagai orang yang ahli mengaji dan memiliki bacaan Qur’an yang merdu. 

Ketika tiba di Madinah, Mush’ab singgah terlebih dahulu di kediaman salah seorang yang telah berbai’at, As’ad bin Zurarah. Lalu keduanya menyebarkan Islam kepada para penduduk Madinah dengan sungguh-sungguh. Salah satu cerita kesuksesan dakwah yang dilakukan oleh Mush’ab adalah ketika dia berhasil mengajak pemimpin Bani Abdul Asyhal, yang memiliki pengaruh sangat besar di kaumnya.

Ketika itu pemimpin Bani Abdul Asyhal, mendatangi Mush’ab karena merasa terganggu dengan dakwah Islam yang dilakukan Mush’ab di tengah-tengah kaumnya. Dia membawa tombak dan siap untuk membunuh Mush’ab. Tetapi Mush’ab tetap bersikap tenang dan mengajaknya untuk duduk dan mendengarkan apa yang akan disampaikannya. Diapun duduk dan menancapkan tombaknya, kemudian mendengarkan pemaparan tentang Islam dan bacaan Qur’an dari Mush’ab.

Pemimpin itupun terkesima dengan wajah Mush’ab yang berseri-seri dan bersinar. Memang Mush’ab dikenal sebagai pemuda yang berwajah tampan dan bersih serta wangi, sehingga sosoknya memiliki daya pikat yang membuat orang merasa nyaman berada di dekatnya. Setelah mendengarkan pemaparan Mush’ab, diapun bersegera untuk beriman dan bersyahadat. Adapun nama pemimpin tersebut adalah Sa’ad bin Mua’dz radhiyallahu ‘anhu, yang kelak menjadi salah seorang sahabat Rasulullah yang mulia.

Sa’ad kemudian mendatangi kaumnya dan mengajak untuk menerima Islam sebagai agama mereka. Maka, semua orang dari kaumnya menuruti Sa’ad dan memeluk Islam. Ketika itu Mush’ab masih tinggal di rumah As’ad bin Zurarah guna melanjutkan tugasnya mengajak manusia untuk masuk Islam. Hingga hasilnya, tidak satu kabilahpun dari kabilah-kabilah yang ada di Madinah, kecuali didalamnya terdapat laki-laki dan perempuan yang telah masuk Islam.

Orang-orang beriman dari penduduk Madinah inilah yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan kaum Anshar. Mereka berasal dari suku Aus dan Khazraj. Mereka yang akan menyambut kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beserta kaum Muhajirin dari Mekah untuk hijrah. Dan Mush’ab bin Umair-lah orang yang telah berjasa besar dalam membuka jalan hijrah Rasulullah dan para sahabat dari Mekah ke Madinah untuk menghindari kaum Quraisy.

Referensi : Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Darul Haq : 2017)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like