sahabat yang membunuh pimpinan quraisy
KISAH SAHABAT

Sahabat Yang Membunuh Pimpinan Quraisy, Abu Jahal

Alomuslim.com – Tatkala perang Badar Kubro tengah berkecamuk, ketika pasukan kaum muslimin sudah mendekati kemenangan, saat itu sebagian pasukan kaum Quraisy sudah terpukul mundur. Abu Jahal dengan kesombongannya, merasa yakin bahwa ia masih bisa memenangkan peperangan itu dan menghancurkan kaum muslimin. Abu Jahal berteriak-teriak diantara pasukan Quraisy untuk memotivasi mereka agar jangan mundur dari medan peperangan. Abu Jahal dengan kudanya mengelilingi pasukan Quraisy, sementara kaum muslimin mengawasinya.

Kemudian datanglah dua orang anak berusia belasan tahun, yang bertanya kepada Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu. Keduanya datang dari kiri dan kanan Abdurrahman, seraya bertanya, ‘Wahai paman! Tunjukkan padaku, mana Abu Jahal?’ Lalu Abdurrahman bertanya, ‘Wahai anak saudaraku! Apa yang akan kamu lakukan?’ 

Dia menjawab, ‘Aku diberitahu bahwa dia mencaci-maki Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika aku melihatnya, maka dia tidak akan luput dari incaranku hingga ada yang mati terlebih dahulu diantara kami.’ 

Ketika melihat Abu Jahal yang sedang berkeliling diantara pasukan Quraisy, kemudian Abdurrahman menunjukkan kepada kedua anak tersebut orang yang ditanyakannya. Maka, seketika itu juga keduanya melesat mendatangi Abu Jahal. Padahal ketika itu Abu Jahal masih dikawal oleh pasukan Quraisy yang tersisa dan sulit untuk ditembus. Karena kedua anak tersebut bertubuh kecil, sehingga keberadaannya tidak terlihat oleh pasukan pengawal Abu Jahal.

Ketika peluang datang, salah seorang diantara anak itu menyerang Abu Jahal. Dia melayangkan pedangnya dan mengenai kaki Abu Jahal pada pertengahan betisnya. Kemudian Abu Jahal terjatuh, dan kedua anak itu melancarkan serangannya kembali.

Tetapi Ikrimah, anak Abu Jahal yang ketika itu belum memeluk Islam, menyabet pundak salah seorang anak itu. Lengan anak itu hampir lepas tetapi masih menempel pada tubuhnya. Kemudian anak itu mundur sambil menyeret lengannya. Tatkala lengannya semakin membuatnya tersiksa, dia menginjakkan kaki ke lengannya itu dan menariknya hingga lepas dari tubuhnya.

Sementara anak yang satunya lagi, melewati Abu Jahal yang sudah terjatuh lalu menghantamnya dengan pedang hingga benar-benar telak, lantas membiarkannya sekarat. Anak itu terus berperang hingga tewas. Adapun nama anak yang lengannya terputus adalah Mu’adz bin Amr bin al-Jamuh, sementara yang tewas bernama Mu’awwidz bin Afra’.

Tatkala peperangan telah usai, Rasulullah memerintahkan untuk melihat apa yang terjadi pada Abu Jahal. Para sahabat berpencar mencarinya, lalu ditemukan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu. Ketika itu Abu Jahal masih dalam keadaan sekarat dan masih dapat berbicara, bahkan masih dapat menujukkan kesombongannya kepada Ibnu Mas’ud.

Setelah terjadi percakapan di antara keduanya, kemudian Ibnu Mas’ud membunuh Abu Jahal dan membawanya kehadapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Lalu para sahabat mendekati Rasulullah dan jenazah Abu Jahal, kemudian beliau bersabda, “Inilah Fir’aun umat ini”.

Kaum muslimin berhasil memenangkan perang Badar dan juga membunuh para pimpinan Quraisy, salah satunya adalah orang yang permusuhannya paling keras dengan kaum muslimin, Abu Jahal.

Wallahu a’lam. 

Referensi : Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *