Sahabat Yang Pertama Hijrah Ke Madinah – Alomuslim

Sahabat Yang Pertama Hijrah Ke Madinah

Sahabat Yang Pertama Hijrah Ke Madinah

Alomuslim.com – Setelah Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu berdakwah di Madinah (sebelum fase hijrah bernama Yatsrib) hingga dua suku besar, Khazraj dan Aus (setelah fase hijrah disebut kaum Anshar), memeluk Islam dan menjadikannya sebagai negeri Islam yang siap menyambut kedatangan para sahabat dan juga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk hijrah.

Keberhasilan menjadikan Madinah sebagai negeri Islam, merupakan prestasi terpenting yang diraih Islam sejak permulaan dakwah. Karena itulah akhirnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan kaum muslimin di Mekah untuk melakukan hijrah ke tanah air baru tersebut, dan membebaskan diri dari semua gangguan serta ancaman yang dilakukan oleh kaum Quraisy.

Hijrah tidak berarti hanya sekedar perjalanan berpindah tempat untuk menyelematkan jiwa kaum muslimin dari gangguan kaum Quraisy. Tetapi hijrah merupakan sebuah pengorbanan harta dan jiwa, karena pada hakikatnya dalam perjalanan dari Mekah menuju Madinah, kaum muslimin telah merelakan hartanya di Mekah dirampas kaum Quraisy, atau bisa jadi akan menyebabkan kebinasaan diawal perjalanan atau dipenghujungnya. Selain itu, kaum muslimin juga harus menyadari bahwa dirinya harus berjalan menuju masa depan yang masih tidak menentu.

Diantara sahabat pertama yang berhijrah adalah Abu Salamah. Beliau berhijrah kurang lebih setahun sebelum Rasulullah dan para sahabat yang lain berhijrah. Tetapi keberangkatan Abu Salamah tidaklah terjadi dengan mudah. Ketika ia telah bersepakat untuk berangkat hijrah bersama istrinya, Ummu Salamah dan juga anaknya. Kemudian keluarga istrinya menolak untuk melepaskan Ummu Salamah untuk pergi Bersama suaminya.

Keluarga Abu Salamah marah dengan perlakuan tersebut, kemudian mereka merebut anaknya Abu Salamah dari keluarga istrinya. Kedua keluarga tersebut saling memperebutkan sang anak, hingga akhirnya terpisahlah keluarga Abu Salamah. Abu Salamah berangkat ke Madinah sendirian, sementara istrinya tinggal bersama keluarganya sedangkan sang anak tinggal bersama keluarga Abu Salamah.

Ummu Salamah, sebagai seorang istri dan ibu merasa sangat sedih karena harus terpisah dengan suami serta anaknya. Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Ummu Salamah setiap pagi pergi ke sebuah tempat kemudian menangis disana hingga sore hari. Ummu Salamah melakukan hal tersebut hampir selama setahun.

Hingga akhirnya ada salah seorang kerabatnya yang merasa tidak tega melihat kondisinya tersebut. Merekapun menyuruh Ummu Salamah untuk pergi menyusul suaminya dan meminta kembali anaknya. Akhirnya Ummu Salamah berangkat menuju Madinah dengan tidak disertai oleh seorang yang menjaganya. Perjalanan sejauh + 500 KM ditempuhnya dengan perasaan sedih serta rindu kepada suaminya.

Kemudian tiba disuatu tempat bernama Tan’im, dia bertemu dengan Utsman bin Thalhah bin Abi Thalhah. Setelah mengetahui kondisinya, Utsman mengantar Ummu Salamah sampai ke Madinah. Tatkala mereka sudah dapat melihat Quba’, Utsman memberitahukan perkampungan tempat tinggalnya Abu Salamah dan menyuruh Ummu Salamah untuk masuk kesana. Kemudian Utsmanpun kembali ke Mekah.

Demikianlah perjuangan hijrah yang dilakukan oleh sahabat, Abu Salamah dan istrinya, Ummu Salamah. Mereka adalah sahabat pertama yang hijrah ke Madinah, jauh sebelum para sahabat dan Rasulullah berhijrah.

Referensi : Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *