Sang Khalifah Rasyidin Kelima

Sang Khalifah Rasyidin Kelima

Sang Khalifah Rasyidin Kelima – Umat muslim sudah sangat mengetahui tentang kisah khulafaur rasyidin, yaitu para pemimpin yang mendapatkan petunjuk dan memimpin dengan rahmat. Dimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah mengabarkan hal tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu :

“Awal agama kalian dimulai dengan masa-masa kenabian dan rahmat, kemudian masuk masa khilafah dan rahmat, lalu masuk masa monarki dan diktator.” (HR Al Bazzar)

Dan seperti yang sudah disepakati oleh seluruh kaum muslimin bahwa khalifah rasyidin hanya berjumlah empat orang saja, yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhumma. Merekalah para khalifah yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam perintahkan untuk diikuti.

“Hendaknya kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelah aku.(HR. Al-Hakim)

Masa kepemimpinan empat khalifah rasyidin ini hanya berlangsung sampai tahun 40 Hijriyah, atau selama 30 tahun setelah wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Setelah itu umat muslim dipimpin oleh beberapa khalifah yang haus dengan kekuasaan dan mudah menumpahkan darah kaum muslimin yang menentang kekhalifahannya. Inilah yang Rasulullah sebutkan dengan khalifah dari sistem monarki yang memimpin dengan cara kediktatoran.

Sampai pada tahun 99 Hijriyah, setelah kaum muslimin hidup di bawah beberapa khalifah yang rakus dan serakah dengan kekuasaan serta jauh dari agama, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan bagi kaum muslimin seorang pemimpin yang baik, yang kebaikannya selalu dikenang oleh kaum muslimin hingga hari ini. Bahkan para ulama menganggap dirinya sebagai khalifah rasyidin kelima, karena sang khalifah memimpin dengan penuh rahmat sama seperti yang dilakukan oleh para khalifah rasyidin generasi awal.

Sang khalifah rasyidin kelima ini adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan rahimahullahu. Seorang khalifah yang shaleh, memiliki ilmu agama yang sangat luas dan seorang yang selalu menjaga kesempurnaan ibadahnya. Sang khalifah adalah putra dari ibu yang merupakan cucu amirul mukminin Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Nama ibunya adalah Ummu ‘Ashim binti ‘Ashim bin Umar bin Al-Khaththab.

Umar bin Al-Khaththab suatu kali pernah berkata,

‘Akan ada dari keturunanku seorang anak yang di wajahnya ada bekas luka. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan.’ (Diriwayatkan imam At-Tirmidzi)

Maka benarlah apa yang menjadi perkiraan Umar bin Al-Khaththab tersebut, Umar bin Abdul Aziz menjadi seorang khalifah yang sangat adil dan memenuhi dunia dengan keadilan.

Referensi : Tarikh Khulafa, Imam As-Suyuthi (Pustaka Al Kautsar : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *