Seandainya Rokok Ada Di Zaman Rasulullah

Alomuslim.com – Diantara upaya pembelaan diri yang dilakukan oleh para perokok untuk menolak pengharaman rokok adalah dengan mengatakan, bukankah tidak ada dalil yang secara jelas mengharamkan rokok? Bukankah rokok tidak ada di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kenapa harus dilarang? Atau sederet logika lainnya untuk membenarkan perilaku mereka dalam menghalalkan rokok. Memang hal yang sangat sulit untuk bisa meyakinkan para perokok tentang haramnya rokok. Apalagi bagi mereka yang sudah berprinsip, ‘Lebih baik tidak makan, asal bisa tetap merokok.’

Tetapi dengan adanya pertanyaan di atas, mengenai dalil pengharaman rokok sementara ia tidak ada di zaman Nabi, membuat sebagian diantara kita sadar bahwa pentingnya dalil untuk menentukan halal atau haramnya sesuatu. Memang rokok tidak ada di zaman Nabi, tapi seandainya ada di zaman beliau, kira-kira apa yang akan terjadi? Coba kita bayangkan dan renungkan perihal ini, seandainya saja rokok ada di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Mari kita membayangkan seandainya benar-benar terjadi di zaman Nabi. Dimana ketika beliau dan para sahabatnya duduk dalam satu majelis ilmu, sedang menyampaikan ayat-ayat Allah dan juga berceramah, tapi sambil menghisap rokok. Sementara ada sahabat Nabi seperti, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali serta yang lainnya radhiyallahu anhum mendengarkan ceramah Nabi sambil merokok pula. Apakah Anda bisa membayangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam duduk satu majelis dengan para sahabatnya sambil merokok? Naudzubillah tsumma naudzubillah, sungguh setiap kaum muslimin pasti berpikir hal itu tidak pantas.

Tapi kalau kita membayangkan orang-orang seperti Abu Jahal, Abu Lahab, tokoh-tokoh kaum musyrikin dan orang-orang munafik, mereka berkumpul di satu tempat sambil merokok dan merencanakan makar untuk mengacaukan dakwah Islam, rasanya sebagian diantara kita tidak akan sulit untuk dapat membayangkan orang-orang seperti itu merokok. Kenapa bisa demikian?

Itu hanyalah soal karakter. Karakter rokok yang sedemikian rupa, tidak akan pernah cocok dengan karakter orang-orang shalih, sementara karakter rokok akan sangat cocok jika disematkan kepada orang-orang yang jauh dari keshalihan. Karena bagi orang shalih, mereka tidak akan pernah membiarkan sesuatu yang tidak baik masuk ke dalam tubuhnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Seorang mukmin itu seperti lebah, dia tidak akan makan kecuali hanya yang baik, dan dia tidak akan membuang sesuatu melainkan yang baik pula.” (HR. Ibnu Hibban)

Jika memang karakter rokok memiliki kecocokan dengan orang-orang shalih, niscaya kita akan mendapati ulama-ulama besar dunia atau para imam masjid besar di negeri-negeri muslim pada hari, pasti mereka akan senantiasa menghisap rokok dalam kesehariannya. Tetapi kita tidak pernah mendapati hal itu terjadi. Maka perhatikanlah, karakter orang-orang seperti apakah yang hari ini banyak merokok dan membela mati-matian rokok?

Artikel ini hanyalah sebuah fiksi, apa yang tertulis di atas bukanlah dalil untuk mengharamkan rokok serta apa yang kami ungkapkan tentang Rasulullah sungguh tidak pantas terjadi dan tidak akan pernah terjadi. Kami berharap para perokok bisa tersinggung dan mau merenungi perbuatannya sehingga bisa berhenti dari merokok.

Referensi : Andai Rokok Ada Di Zaman Nabi, Ammi Nur Baits (Yufid TV : 2015)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Categories MAKANAN

Leave a Comment