Semua Penyakit Pasti Ada Obatnya
SERBA-SERBI

Semua Penyakit Pasti Ada Obatnya

Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa segala penyakit yang ada di dunia pasti memiliki obat, berikut ini penjelasannya.

Disaat wabah virus corona melanda negeri ini, sebagian besar aktivitas warga dihentikan sementara, mulai dari sekolah, perkantoran bahkan peribadatan di rumah-rumah ibadah. Setiap warga dihimbau untuk menjaga jarak dengan orang lain, diantaranya dengan menjauhi keramaian atau berdiam diri di rumah. Langkah tersebut diambil karena kekhawatiran pemerintah terhadap keselamatan warganya.

Rasa khawatir dalam keadaan seperti ini sangatlah wajar. Sebab semenjak pertama kali ditemukan, virus corona telah tersebar sampai ke ratusan negara dan menyebabkan puluhan ribu orang terjangkit dan ribuan orang lainnya meninggal. Semua itu hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Sungguh wabah yang sangat menakutkan.

Apakah Corona Azab Dari Allah?

virus corona

Sudah beberapa bulan virus corona tersebar, namun belum ditemukan antivirus yang efektif untuk membunuh virus tersebut. Memang tidak semua kasus orang-orang yang terdampak virus corona dapat menyebabkan kematian. Tetapi tingkat kematian disebabkan oleh virus ini sangat mengkhawatirkan.

Dibenak sebagian besar umat Islam, mereka menganggap bahwa virus corona awalnya adalah azab dari Allah ta’ala yang diturunkan kepada suatu negeri karena telah menyakiti umat Islam. Namun, ketika kenyataannya virus tersebut juga menyerang negeri ini, apakah itu pertanda Allah ta’ala sedang mengazab negeri ini juga?

Pandangan seperti ini sangat wajar, karena bisa jadi wabah virus corona ini Allah turunkan sebaga azab atau peringatan bagi negeri ini. Dan yang perlu dipahami oleh seluruh kaum muslimin adalah ketika azab diturunkan, maka ia tidak akan memilih siapa yang akan terdampak, entah itu seorang muslim atau orang-orang yang dzhalim. Melainkan azab tersebut akan menimpa setiap orang yang Allah ta’ala kehendaki.

Allah ta’ala berfirman,

وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al Anfal : 25)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan tentang makna ayat ini dalam kitab tafsirnya,

“Allah ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin agar waspada terhadap fitnah. Yang dimaksud dengan fitnah ialah cobaan dan bencana. Apabila ia datang menimpa, maka pengaruhnya meluas dan menimpa semua orang secara umum, tidak hanya orang-orang durhaka dan orang yang melakukan dosa saja, melainkan bencana dan siksaan itu mencakup kesemuanya; tidak ada yang dapat menolaknya, tidak ada pula yang dapat melenyapkannya.”

Musibah Diturunkan Karena Perbuatan Dosa

Semoga wabah yang sedang menimpa negeri ini bukanlah azab dari Allah ta’ala yang diturunkan untuk menghinakan kita karena kedzhaliman yang banyak kita kerjakan. Meskipun demikan musibah wabah ini tetaplah sebuah peringatan keras dari Allah ta’ala untuk semua penduduk negeri ini, agar segera bertaubat dari berbagai perbuatan maksiat dan dosa.

Sebab, tidaklah Allah menurunkan musibah ke suatu negeri melainkan karena perbuatan dosa yang telah dikerjakan oleh orang-orang yang ada di negeri tersebut. Allah Ta’ala, berfirman

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Setiap Penyakit Pasti Ada Obatnya

Meskipun antivirus yang ampuh untuk mengobati para pasien pengidap virus corona belum ditemukan, tetapi sebagai seorang muslim kita harus tetap bertawakkal kepada Allah ta’ala dan yakin bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Hal ini sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah Ta’ala menurukan suatu penyakit, kecuali Allah Ta’ala juga menurunkan obatnya.” [HR. Bukhari]

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ

“Semua penyakit ada obatnya. Jika cocok antara penyakit dan obatnya, maka akan sembuh dengan izin Allah.” [HR. Muslim]

Sebagai seorang muslim kita seharusnya merasa sedikit lega dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, karena wabah virus corona atau penyakit apapun yang menimpa diri kita atau negeri ini, pasti akan ada obatnya. Hanya saja kita perlu sedikit bersabar sampai ditemukan penawarnya. Karena bisa jadi Allah ta’ala menurunkan obatnya tidak dalam waktu yang dekat.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُشِفَاءً، عَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ و جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah juga menurunkan obatnya. Ada orang yang mengetahui ada pula yang tidak mengetahuinya.” [HR. Ahmad, shahih]

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa terkadang sebagian obat dari beberapa penyakit belum diketahui oleh siapa pun, beliau berkata:

ﻭَﻓِﻲْ ﺣَﺪِﻳْﺚِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮْﺩٍ ﺍﻹﺷَﺎﺭَﺓ ﺇﻟَﻰ ﺃَﻥَّ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻷَﺩْﻭِﻳَﺔ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬَﺎ ﻛُﻞّ ﺃﺣﺪ

“Terdapat isyarat dari hadits Ibnu Mas’ud bahwa sebagian obat (dari penyakit) tidak diketahui oleh seorang pun.” [Fathul Bari Hal. 57, Kitabut Thibb]

Bagaimana Jika Obatnya Lama Ditemukan?

Seandainya sampai waktu yang lama, antivirus dari wabah corona ini belum juga ditemukan, maka bagi orang-orang yang terjangkit tidak seharusnya merasa khawatir atau marah dengan keadaan yang menimpanya. Sebab bisa jadi dimasa-masa itu Allah ta’ala menghapuskan setiap dosa mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR. Muslim)

Mati Karena Wabah Termasuk Syahid

Jika sampai kematian mendatangi disebabkan oleh wabah corona ini, maka sebagai seorang muslim hanya perlu bersabar. Bisa jadi kematian tersebut dihitung sebagai Syahid disisi Allah ta’ala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena ath-tha’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914)

Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْقَتِيلُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ شَهِيدٌ وَالْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ

فَهُوَشَهِيد

Orang yang terbunuh di jalan Allah (fii sabilillah) adalah syahid; orang yang mati karena ath-tha’un (wabah) adalah syahid; orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid; dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Ahmad, 2: 522. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dan ‘Adil Mursyid menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Semoga Allah segera mengangkat musibah virus corona ini dari negeri kita, dan Allah berikan kesabaran untuk saudar-saudara kita yang terjangkit. Amiin allaahumma amiin.

Referensi :

  • Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, https://rumaysho.com/302-musibah-datang-karena-maksiat-dan-dosa.html
  • Ustadz dr. Raehanul Bahraen, https://muslim.or.id/45309-setiap-penyakit-ada-obat-bagaimana-dengan-aids-hiv.html
  • Abu Hasan Putra, S.T, https://muslim.or.id/547-rahasia-sakit.html

 


 

Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *