Seorang Budak Yang Dibebaskan Karena Keimanannya
KISAH SAHABAT

Seorang Budak Yang Dibebaskan Karena Keimanannya

Alomuslim.com – Pada awal dakwah, Islam dikenal sebagai Agama bagi orang-orang lemah dan para budak. Karenanya para pembesar Quraisy sangat gemar menyiksa mereka, agar mau kembali menyembah berhala. Ada diantara kaum muslimin yang tidak tahan kemudian kembali kepada agama lamanya. Tetapi ada juga mereka yang mempertahankan keimanannya, bahkan ada yang hingga meregang nyawa.

Diantaranya ada satu orang budak kulit hitam, yang memiliki keimanan sangat kuat. Meskipun bertubuh lemah, siksaan demi siksaan dari tuannya yang memaksanya untuk kembali menyembah berhala, mampu ia tahan.

Pernah suatu kali ia disiksa oleh tuannya, dijemur di padang pasir pada siang hari dengan kondisi tanpa mengenakan pakaian sehelaipun. Tubuhnya dibaringkan di atas pasir, kemudian diletakkan sebuah batu besar di atas dadanya.

Dia dipaksa untuk murtad dari agama Islam dan menyatakan bersedia untuk menyembah Al Lata dan Al Uzza (nama berhala kaum Quraisy). Tapi kekuatan imannya menuntun lisannya untuk berucap, ‘Ahad (Esa), Ahad (Esa).’ Maksudnya adalah Allah Maha Esa.

Tuannya semakin marah dan menambahkan siksaannya. Tetapi sang budak tetap mengatakan hal yang sama. Hingga akhirnya melintaslah Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu anhu, dia menyaksikan kejadian penyiksaan itu. Kemudian Abu Bakar bertanya kepada tuan dari sang budak, berapa uang tebusan yang diminta untuk membebaskan sang budak.

Tuannya menyebutkan tebusan untuk sang budak adalah 9 uqiyah emas (+ 267,75 gram emas). Abu Bakar setuju dan membayarnya. Seusai transaksi, si tuan berkata, ‘Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu menjualnya.’ Abu Bakar membalasnya, ‘Seandainya engaku menjual hingga seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya.’ 

Setelah dibeli, budak tersebut kemudian di bebaskan oleh Abu Bakar. Dan bebas untuk menjalani hidup dalam keimanan. Budak tersebut bernama Bilal bin Abi Rabah radhiallahu anhu. Dia merupakan seorang sahabat mulia, sang Muadzin Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Seseorang yang masih hidup di dunia tetapi langkah kakinya sudah terdengar di Surga.

Referensi :

  • Sirah Nabawiyah Ibnu Ishaq, Ibnu Hisyam (Akbar Media : 2015)
  • Biografi Ahlul Hadits, ‘Abdurrahman Ra’fat Basya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *