Seorang Muslim Itu Cinta Kebaikan

seorang muslim itu cinta kebaikan

Seorang Muslim Itu Cinta Kebaikan – Saat ini dunia memandang Islam sebagai agama yang intoleran, suka berperang dan keras terhadap orang-orang yang berseberangan keyakinan dengannya. Pandangan tersebut muncul karena melihat perilaku sebagian besar umat muslim yang gemar melakukan tindak kekerasan pada orang yang beda keyakinan, sehingga orang-orang diluar Islam menganggap hal tersebut sebagai bagian dari ajaran Islam.

Padahal apa yang dilakukan itu bukanlah merupakan bagian dari Islam yang disebabkan karena mereka salah dalam memahami ajaran Islam.

Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi alam semesta, bagaimana mungkin sebuah agama rahmat melegalkan tindak kekerasan? Islam tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk menyakiti orang lain tanpa adanya sebab, hingga adanya alasan syariat yang membolehkan dia melakukan perbuatan itu.

Baca Juga : Begitu Mulianya Akhlak Islami

Misalnya, ketika seorang muslim berhadapan dengan perampok yang ingin merampas hartanya, maka secara hukum syariat, dia diharuskan melawan perampok tersebut untuk melindungi hartanya. Bahkan apabila dia sampai mati, maka matinya dihitung sebagai syahid. Karena hal tersebut termasuk dalam rangka amar ma’ruf wa nahi munkar. Tetapi kalaupun dia menyerahkan hartanya itu tetap tidak mengapa.

Seorang Muslim Itu Cinta Kebaikan Dan Selalu Mengutamakan Orang Lain

Kalaulah umat muslim mau menerapkan ajaran Islam yang sesungguhnya, sehingga orang-orang diluar Islam menyaksikan ajaran Islam tersebut, mungkin pandangan negatif terhadap Islam akan hilang dan bisa menjadi sebab terbukanya pintu hidayah. Salah satu akhlak mulia yang sudah jarang dikerjakan oleh umat muslim yaitu itsar, perilaku mengutamakan dan mengutamakan orang lain.

Itsar termasuk akhlak mulia yang diajarkan Islam, yang diperoleh oleh seorang muslim sebagai hasil dari pendidikan agama dan kebaikan Islamnya. Sebagai seorang muslim, apabila mendapatkan kesempatan berbuat itsar maka dia harus bersegera melakukannya. Seorang muslim rela dirinya kelaparan agar orang lain dapat makan, rela dirinya kehausan agar orang lain dapat minum.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al Hasyr : 9)

Sungguh setiap akhlak mulia seorang muslim yang utama dan segala perilaku terpuji lagi indah adalah bersumber dari ajaran Islam sejati yang bersumber dari Nabi . Dan Itsar merupakan tanda dari kesempuranaan iman seorang muslim, seperti sabda Rasulullah  :

“Tidaklah (sempurna) iman seseorang di antara kalian, sehingga dia mencintai untuk saudaranya kebaikan yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13, Muslim no. 45)

Ketika semua umat muslim mau mengerjakan itsar akankan ada orang-orang yang akan memandang Islam sebagai agama yang buruk?

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *