Seorang Yang Dijuluki Singa Allah
KISAH SAHABAT

Kisah Masuk Islamnya Salah Seorang Yang Dijuluki Singa Allah

Alomuslim.com – Setelah menerima wahyu pertama kali, Rasulullah mulai mendakwahkan Islam kepada masyarakat suku Quraisy di Mekkah. Dakwah yang pertama kali beliau sampaikan adalah kepada orang-orang terdekatnya, yakni keluarganya dan keluarga dari ayahnya. Beliau mendakwahkan dan menyeru keluarganya, terkadang juga kepada beberapa orang sahabatnya, dengan cara sembunyi-sembunyi. Karena pada masa itu, masyarakat Quraisy memiliki keyakinan dan menyembah berhala-berhala.

Dakwah Rasulullah tidaklah mudah, beliau menerima banyak penolakan, cacian bahkan hingga siksaan secara fisik. Oleh karena dakwah beliau yang mengajak masyarakat Quraisy untuk meninggalkan tuhan-tuhan mereka, dan hanya menyembah dan beribadah kepada satu tuhan saja, yakni Allah Rabbul Alamin.

Dan dakwah Rasulullah ini dianggap sebagai pemecah belah ikatan kekeluargaan masyarakat Quraisy, yang dapat memisahkan antara ayah dan anaknya, serta memisahkan antara istri dengan suaminya.

Meskipun demikian Rasulullah tetap tegar, ia tidak pernah berhenti menyeru kepada paman-pamannya dan sahabatnya untuk masuk kedalam Islam. Ada salah seorang paman beliau, yang pada masa jahiliyah sangat menyayangi Rasulullah, yakni Abdul Uzza atau yang biasa dipanggil dengan Abu Lahab, justru kemudian menjadi salah seorang yang sangat keras menentang dakwah Rasulullah. Dirinya dan istri beserta anak-anaknya, sering kali menyakiti Rasulullah, bahkan putranya juga kemudian menceraikan putri-putri Rasulullah.

Hidayah Menyapa Hamzah bin Abdul Muthalib

Ketika dakwah Rasulullah sudah mulai tersebar, dan mulai menyampaikan dengan terbuka kepada masyarakat Quraisy, beliau semakin banyak menerima penyiksaan, cacian dan hujatan oleh orang-orang Quraisy. Sampai pernah suatu ketika, Abu Jahal, salah seorang pimpinan suku Quraisy, berjalan melewati Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamdi bukit shafa. Ia mengganggu, mencaci maki dan melampiaskan dendamnya kepada Rasulullah karena dianggap menghina agamanya dan melecehkan ibadahnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak menimpalinya sedikitpun. Kejadian tersebut disaksikan oleh seorang budak wanita. Ketika selesai dengan luapan dendamnya, Abu Jahal kemudian menuju ke balai pertemuan orang-orang Quraisy di samping Ka’bah, lalu duduk bersama-sama dengan mereka. Tak lama kemudian datang, Hamzah bin Abdul Muthalib, dengan memanggul anak panahnya setelah selesai berburu.

Setiap kali pulang dari berburu, Hamzah tidak langsung pulang ke rumah tetapi ia biasa melakukan thawaf terlebih dahulu di Ka’bah. Dan biasanya setelah selesai melakukan thawaf, jika melewati balai pertemuan orang-orang Quraisy, ia biasa pasti berhenti sejenak untuk mengucapkan salam dan berbincang ringan dengan mereka. Maka ketika Hamzah melewati budak wanita yang tadi menyaksikan kejadian Abu Jahal mencaci Nabi, budak wanita itu kemudian menceritakan kepada Hamzah kejadian yang ia saksikan sebelumnya.

Hamzah marah besar, ia pergi mencari Abu Jahal, tanpa memperhatikan orang-orang disekitarnya. Tatkala Hamzah, memasuki masjid, ia melihat Abu Jahal sedang duduk berdiskusi dengan orang-orang Quraisy, lalu Hamzah berjalan menuju ke arahnya. Ketika sudah berada tepat di depan Abu Jahal, ia mengangkat busur panahnya kemudian menghajar Abu Jahal dengannya, hingga menderita luka sangat parah.

Hamzah berkata, ‘Apakah engkau mencaci maki keponakanku, padahal aku seagama dengannya? Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan, selain Allah seperti yang ia saksikan. Silahkan balas jika engkau mampu.’ Beberapa orang dari Bani Makhzum mendekat kepada Hamzah untuk menolong Abu Jahal, namun Abu Jahal berkata, ‘Biarkan saja Abu Umarah. Demi Allah, aku telah menghina keponakannya dengan penghinaan yang buruk.’

Maka sejak peristiwa itu Hamzah resmi memeluk Islam, dan mengikuti setiap apa yang Rasulullah ajarkan. Tatkala Hamzah sudah masuk Islam, orang-orang Quraisy menyadari sepenuhnya bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah kuat, terjaga dan terlindungi.

Hamzah merupakan sosok anak muda yang sangat disegani di kalangan orang-orang Quraisy. Ia sangat menyukai berburu dan dirinya mempunyai tubuh dengan perawakan yang kekar. Hamzah merupakan sosok laki-laki perkasa, karenanya Rasulullah menjulukinya dengan sebutan Singa Allah. Dengan bergabungnya Hamzah kebarisan umat Islam, dirinya telah menjadi perisai dan benteng pelindung bagi Rasulullah dan kaum muslimin.

Referensi : Sirah Nabwiyah, Ibnu Hisyam (Akbar Meedia : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *