Seorang Yang Suka Menipu Bukan Termasuk Umat Muslim!

Alomuslim.com – Apakah anda pernah berbohong atau menipu orang lain? Apakah anda sering melanggar janji yang telah anda buat? Berhati-hatilah, bisa jadi ada sifat kemunafikan dalam diri anda.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Empat sifat yang jika ada pada diri seseorang makai a menjadi seorang munafik sejati sedang yang memiliki salah satunya, makai a menyandang satu sifat munfaik sampai ia meninggalkannya ; (1) Jika dipercaya dia berkhianat, (2) jika berbicara dia berdusta, (3) jika berjanji dia mengingkari dan (4) jika memusuhi (seseorang) dia berbuat fajir (melampaui batas).” (HR. Bukhari no. 34, Muslim no. 58)

Kemunafikan bukanlah sifat seorang muslim karena ia merupakan sifat tercela. Seorang muslim senantiasa tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya dengan tulus serta senantiasa berbuat baik kepada setiap orang. Seorang muslim senantiasa hidup diatas kebaikan, tidak menipu, tidak berkhianat, dan tidak melanggar janji.

Sifat tercela itu tidak akan pernah menjadi bagian dari seorang muslim dalam kondisi apapun, karena kesucian jiwanya sangat bertentangan dengan akhlak tercela itu. Tidak akan pernah bersatu antara kebaikan dan keburukan dalam satu jiwa, demikian pula dengan menipu, ia tidak akan pernah menjadi bagian dari seorang muslim yang jiwanya telah terisi dengan kebaikan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menasehati seorang pedagang yang berusaha menipu pembelinya.

“Barangsiapa yang menipu, maka ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Muslim no. 102)

Maka perhatikanlah, menipu bukanlah perkara yang ringan dalam agama ini. Pelakunya dapat terjatuh pada kemunafikan, bahkan ia bisa dianggap bukan lagi bagian dari umat Islam. Maka jauhilah sifat tercela itu, agar Allah selamatkan kita dari kemunafikan dan keluar dari golongan kaum muslimin. Allahul yahdik.

Referensi : Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)

Leave a Comment