Setan Mencuri Makanan
DASAR ISLAM, MAKANAN

Ketika Setan Mencuri Makanan Anda

Alomuslim.com – Mungkin sebagian dari anda bertanya-tanya setelah membaca judul tulisan ini, bagaimana mungkin setan mencuri makanan kita? Itu sangatlah mungkin, karena Rasulullah ﷺ telah mengabarkan hal tersebut.

Dan sebagai seorang muslim yang beriman maka kita wajib meyakini atas kebenaran dari setiap apa yang disampaikan oleh baginda Nabi ﷺ. Jangan malah kita memperturutkan hawa nafsu, kemudian menolak kebenaran kabar tersebut hanya karena akal kita tidak sampai untuk memikirkannya.

Pertama yang harus dipahami adalah bahwa setan juga melakukan aktivitas makan dan minum sebagaimana manusia melakukannya. Untuk memahami hal tersebut, Rasulullah ﷺ pernah mengabarkan kepada para sahabat ridwanallahu ‘alaihi jami’an tentang bagaimana cara setan makan dan minum. Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda :

“Jika salah seorang diantara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Ketika minum, minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 2020)

Jadi, berdasarkan makna hadits tersebut bahwa Rasulullah ﷺ melarang seseorang untuk makan dan minum dengan tangan kiri, karena setan makan dan minum menggunakan tangan kirinya. Lalu, kembali pada pertanyaan di awal tadi, bagaimana mungkin setan mencuri makanan dari manusia?

Maka perhatikanlah, bahwa sesungguhnya setan itu ikut makan bersama ketika manusia makan. Diriwayatkan dalam hadits Muslim dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, dan ia menyebutkan, bahwasanya Rasulullah ﷺ telah bersabda :

“Sesungguhnya setan selalu mengintai manusia atau insan dalam segala sesuatu, hingga pada waktu makannya atau pada makanannya..”

Cara Setan Mencuri Makanan Anda

Berikut ini beberapa cara setan mencuri makanan dari manusia, diantaranya :

1. Ketika seseorang makan namun tidak membaca ‘Bismillah’

Dalam hadits dari Umayyah bin Mihshon radhiallahu anhu ia berkata :

“Rasulullah pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca ‘Bismillah’ hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebut ke mulutnya, ia mengucapkan, ‘Bismillahi awwalahu wa akhirohu’ (dengan Nama Allah pada awal dan akhirnya). Nabi pun tertawa dan beliau bersabda :

‘Setan terus makan bersamanya hingga ketika ia menyebut nama Allah (Bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Dawud no. 3768, Ahmad no. 18963)

2. Ketika seseorang menjatuhkan makanan dan tidak mengambilnya

Dari Jabir radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ telah bersabda :

“Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang dari kalian dalam segala urusannya, hingga ia mendatanginya pada saat makannya. Maka apabila satu suap makanan salah seorang dari kalian terjatuh, hendaklah ia mengambilnya lalu membuang bagian yang kotor darinya, kemudian hendaklah ia memakannya dan janganlah ia membiarkannya untuk setan.” (HR. Muslim)

3. Ketika seseorang tidak menghabiskan makanan dan membuangnya

Rasulullah ﷺ telah bersabda :

“Apabila satu suap makanan salah seorang kalian jatuh, maka hendaklah ia mengambilnya dan membuang bagian kotor padanya kemudian memakannya, dan janganlah ia membiarkannya untuk setan..”

Perintah ini juga bisa menjadi dalil untuk larangan tidak menghabiskan makanan apalagi sampai membuang-buangnya. Maka setiap makanan yang disajikan kita wajib untuk menghabiskannya agar tidak menjadi makanan bagi setan.

Wallahu ‘alam.

Referensi :

  • Shahih At Targhib Wa At Tarhin Jilid 4, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani (Darul Haq : 2015)
  • com, Ammi Nur Baits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *