Setiap Yang Memabukkan Adalah Haram
DASAR ISLAM, MAKANAN

Setiap Yang Memabukkan Adalah Haram

Alomuslim.com – Hukum asal minuman adalah halal, kecuali yang telah diharamkan dengan nash (Al Qur’an dan Sunnah). Sementara segala jenis khamer (minuman keras) hukumnya adalah haram, berdasarkan ketatapan Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’ ulama. Khamer merupakan setiap yang memabukkan dan bisa menghilangkan akal baik terbuat dari anggur, kurma, gandum maupun yang lainnya. Termasuk dalam bentuk khamer adalah segala jenis minuman beralkohol, ganja, candu, heroin dan zat-zat yang sejenisnya.

Allah berfirman, yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya khamer, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Ma’idah : 90)

Dalam ayat tersebut terdapat beberapa kaidah hukum mengenai khamer, yakni ia disejajarkan dengan penyembahan berhala serta disamakan sebagai perbuatan syetan, dan tidak ada yang datang dari syetan kecuali keburukan. Maka meminum khamer merupakan perbuatan yang harus dijauhi dan menyebabkan keburukan.

Bahkan Rasulullah telah memperingati dengan peringatan keras terhadap khamer dan mengancam pelaku dan siapa saja yang terlibat dengannya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Allah melaknat khamer, yang meminumnya, yang menuangkannya, yang menjualnya, yang membelinya, yang memerasnya, yang diperaskannya, yang membawanya, dan dibawakannya.” (Shahih. HR. Abu Dawud no. 3674, At-Tirmidzi no. 1295 dan Ibnu Majah no. 3380)

Kalau cuma sedikit dan memberikan manfaat, apakah tetap haram?

Kebanyakan orang-orang pada hari ini, memberikan sebuah sanggahan yang sering dijadikan alasan untuk menghalalkan perbuatan mereka menikmati khamer. Diantaranya ada yang mengucapkan alasan, ‘kan ia bisa memberikan manfaat berupa rasa hangat di tubuh manusia ketika musim dingin’, ada juga yang berkata, ‘kalau sedikitkan tidak sampai mabuk, berarti tidak mengapa.’

Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan khamer secara mutlak, sehingga dengan beralasan khamer dapat bermanfaat agar bisa memberikan rasa hangat ketika musim dingin, sehingga hukum meminumnya menjadi halal. Maka harus dipertanyakan lagi, apakah memang hal tersebut bersifat darurat? seperti misalnya, jika tidak minum khamer seseorang akan mati karena kedinginan. Apakah sudah tidak ada minuman halal yang bisa memberikan rasa hangat? Kalau dalam kondisi darurat untuk menyelamatkan nyawa seseorang dan tidak ada hal lain yang bisa menyelamatkannya, mungkin hal tersebut dapat dibenarkan.

Sementara pendapat kedua, yang mengatakan bahwa ‘kalau sedikit tidak apa-apa, asalkan tidak sampai mabuk’. Hal ini juga tidak dapat dibenarkan, bahkan dalam situasi seperti apapun. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Segala sesuatu yang memabukkan adalah haram, dan apa yang memabukkan dalam jumlah banyak, maka segenggam tangannya pun haram.” (Shahih. HR. Abu Dawud no. 3697, At-Tirmidzi no. 1928)

Penyebutan segenggam tangan dalam hadits tersebut bermakna untuk menunjukkan jumlah yang sedikit, tidak dipahami sebagaimana teksnya, yakni ukuran segenggam tangan. Sehingga dengan hadits ini telah cukup untuk membantah pendapat orang yang menghalalkan perbuatannya minum khamer meskipun sedikit.

Wallahu ‘alam

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *