Berlomba-lomba Mendapatkan Shaf Pertama Shalat Berjamaah

shaf pertama shalat berjamaah

Berlomba-lomba Mendapatkan Shaf Pertama Shalat Berjamaah – Sering kali kita menyaksikan ketika shalat berjamaah hendak dimulai, banyak dari kaum muslimin yang enggan untuk mengisi shaf yang ada di depannya terlebih dahulu. Mereka lebih senang berada di belakang ataupun dibarisan-barisan tertentu. Entah apa yang menjadi alasan mereka melakukan hal tersebut.

Tetapi yang pasti, mereka telah melalaikan sunnah dan kehilangan keutamaan yang sangat besar atas perbuatannya itu.  Rasulullah ﷺ pernah bersabda :

“Seandainya orang-orang mengetahui keutamaan yang ada pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian.” (HR. Bukhari, Muslim)

Baca Juga : Ancaman Meninggalkan Shalat Berjamaah

Seharusnya umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan shaf pertama dalam shalat berjamaah. Sayangnya kita jarang menemui hal tersebut terjadi di masjid-masjid dekat lingkungan kita. Mereka lebih senang untuk memberikan atau mempersilahkan orang lain untuk mengambil shaf terdepan.

Seandainya kaum muslimin tahu bahwa shaf pertama merupakan yang terbaik bagi laki-laki, pasti mereka tidak ingin melepaskan kebaikan atas ibadahnya dengan memberikan kepada orang lain. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :

“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir. Sedangkan sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan seburu-buruknya adalah yang pertama.” (HR. Muslim)

Sungguh, telah terbalik perilaku sebagian umat muslim saat ini, mereka lebih senang meninggalkan kebaikan atas dirinya dalam beribadah dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih buruk. Yang lebih mirisnya lagi, kita bisa menyaksikan ketika terjadi antrian untuk membeli tiket pertunjukkan musik ataupun pertandingan olahraga,

mereka bergerak dengan sangat cepat agar bisa mendapatkan barisan terdepan untuk bisa menyaksikan artis atau pemain idolanya dari jarak dekat. Balasan apa yang sebenarnya mereka dapatkan ketika harus berlomba mendapatkan barisan terdepan dalam pertunjukkan musik ataupun olahraga?

Inilah kemunduran umat islam. Ketika mereka justru berlomba-lomba menjadi yang tercepat dan terdepan dalam hal kemaksiatan tetapi mereka malah bermalas-malasan dalam hal ibadah. Permasalahan shaf shalat bukanlah sesuatu yang ringan, seperti apa yang sebagian kaum muslimin pikirkan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu anhu,  ;

“Bahwa Rasulullah melihat kemunduran para sahabatnya (pada shaf), maka beliau bersabda, ‘Majulah dan ikutilah aku, dan hendaknya orang-orang setelah kalian mengikuti kalian, dan satu kaum senantiasa mundur sehingga Allah memundurkan mereka’.” (HR. Muslim)

Mungkin salah satu sebab kemunduran umat muslim saat ini adalah karena menyepelekan permasalahan shaf pertama dalam shalat berjamaah. Semoga Allah kembalikan semangat umat muslim untuk berlomba-lomba meraih yang terbaik dalam ibadah mereka. Allahumma aamiin.

Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An Nawawi (Darul Haq : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *