Anjuran Shalat Berjamaah Di Masjid Bagi Laki-laki

shalat berjamaah

Anjuran Shalat Berjamaah Di Masjid Bagi Laki-laki – Sebagian umat muslim telah banyak menyepelekan perkara sholat berjamaah di masjid. Hal ini nampak di sebagian besar masjid di negeri ini, dimana sangat sedikitnya jumlah jamaah ketika sholat ditunaikan, padahal penduduk negeri ini mayoritas adalah muslim.

Mereka telah terbuai dengan kesibukkan pekerjaan ataupun urusan dunia lainnya. Bahkan sebagian dari kita mungkin merasa dengan menunaikan sholat fardhu sendiri-sendiri telah mencukupi kewajiban.

Baca Juga : Manfaat Mengerjakan Shalat

Padahal apabila umat muslim menyadari betapa besarnya ancaman dan imbalan yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka yang menunaikan sholat berjamaah di masjid niscaya mereka akan mendatanginya meskipun mereka dalam keadaan buta dan rumah mereka jauh. Dari Amr bin Ummi Maktum, dia berkata :

Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, aku buta dan rumahku jauh, aku mempunyai penuntun tetapi tidak (terus-menerus) melazimiku. Apakah engkau menemukan keringanan untukku agar aku bisa sholat di rumahku?’ Nabi bertanya, ‘Apakah kamu mendengar adzan?’ Aku menjawab, ‘Ya.” Beliau bersabda, ‘Aku tidak menemukan keringanan untukmu.’” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)

Dalam riwayat Usamah bin Zaid, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan sholat berjamaah atau aku benar-benar akan membakar rumah-rumah mereka.” (Shahih. HR. Ibnu Majah)

Sementara itu betapa besarnya imbalan yang bisa didapatkan bagi siapa saja yang mau melangkahkan kakinya menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah, seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, berikut ini :

Barangsiapa berwudhu lalu dia membaguskan wudhu(nya), kemudian dia keluar menuju shalat, maka dia didalam shalat selama dia bermaksud berangkat menuju shalat dan ditulis untuknya satu kebaikan dengan salah satu langkahnya dan dihapus satu keburukan darinya dengan langkah yang lain.

Apabila seseorang dari kalian mendengar iqamat, maka janganlah tergesa-gesa, karena orang yang paling besar pahalanya diantara kalian adalah orang yang paling jauh rumahnya.” Mereka bertanya, ‘Mengapa wahai Abu Hurairah?’ Dia menjawab, ‘karena banyaknya langkah.’” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan yang lainnya)

Ketika kita menyadari betapa besar ancaman dan imbalan shalat berjamaah, mungkinkah kita masih mau meninggalkannya?

Wallahu ‘alam.

Referensi : Shahih At Targhib wa At Tarhib Jilid 1, Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *