Shalat Hanya Wajib Untuk Dua Orang Saja
DASAR ISLAM, SHALAT

Shalat Hanya Wajib Untuk Dua Orang Saja

Alomuslim.com – Shalat merupakan kewajiban mulia yang menjadi tiang agama, itu berarti tegaknya agama seseorang sangat bergantung dengan shalat yang ia kerjakan, dan shalat juga menjadi indikator dari keislaman bagi seorang yang mengaku dirinya muslim. Karena itu shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Semua umat muslim mengetahui hal tersebut.

Tetapi, ternyata tidak semua umat Islam diwajibkan untuk mengerjakan shalat, melainkan hanya untuk dua orang saja. Maka bagi selain dua orang tersebut, shalat bukanlah sebuah kewajiban. Adapun kewajiban melaksanakan shalat hanya dijatuhkan kepada :

1. Orang Berakal

Syarat yang mewajibkan seseorang melaksanakan shalat adalah berakal, karenanya menurut kesepakatan para ulama, tidak ada kewajiban mengerjakan shalat bagi orang gila atau gangguan jiwa yang lainnya.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam :

“Pena diangkat dari tiga orang (perbuatannya tidak dianggap sebaga dosa); dari orang yang tidur hingga terjaga, dari anak kecil hingga dewasa (dalam riwayat lain : hingga bermimpi), dan dari orang gila hingga sadar (kembali).” (shahih. HR. Abu Dawud no. 4398, An-Nasa’i 6/156, Ibnu Majah no. 2041)

Adapun bagi orang yang mabuk, ketiduran atau lupa hingga waktu shalat telah habis, maka mereka tetap terkena hukum kewajiban shalat yang ditinggalkan sampai mereka sadar kembali, dan mengganti shalat yang terlewatkan ketika mereka dalam keadaan tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti dengan apa yang kamu ucapkan.” (QS. An Nisa : 43)

Rasulullah shallallahu alaihi was sallam juga bersabda :

“Jika salah seorang dari kalian lupa atau ketiduran, maka lakukanlah shalat jika mengingatnya.” (HR. Muslim no. 684)

2. Baligh (mencapai batas keedwasaan)

Ini juga menjadi syarat wajib shalat, karenanya tidak ada kewajiban bagi anak kecil untuk melaksanakan shalat, hingga ia mencapai usia Dasar dari penetapan ini juga berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi was sallam yang telah disebutkan sebelumnya, mengenai pembebasan syariat atas anak kecil hingga ia dewasa.

Demikianlah dua orang yang dibebani kewajiban shalat, sementara orang-orang yang diluar dari keduanya, tidak ada kewajiban shalat atas diri mereka. Maka apabila ada seorang muslim dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak melaksanakan shalat, mungkin ia orang yang tidak berakal, sheingga diangkatlah kewajiban shalat atas dirinya.

Wallahu a’lam bishawab. 

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *