Tata Cara Sholat Idul Fitri Yang Benar

sholat idul fitri

Tata Cara Sholat Idul Fitri Yang Benar – Diantara amalan-amalan sholat yang disunnahkan, sholat ‘Ied adalah yang paling afdhol. Dan diantara sholat ‘idul fitri dan ‘idul adha, sholat ‘iedul adha yang lebih afdhol. Kedua hukum amalan sholat ini adalah sunnah. Bisa dilaksanakan sendiri maupun dengan cara berjama’ah, namun umumnya adalah dilakukan secara berjama’ah karena amalan tersebut yang lebih afdhol.

Sholat ‘Ied termasuk dalam salah satu bagian dari media syiar islam serta anugerah khusus dari Allah yang diberikan-Nya kepada umat islam. Jika diartikan secara bahasa, maka ‘Ied artinya adalah kembali. Beberapa mengatakan bahwa ‘kembali’ yang dimaksud adalah kembali dirasakannya kegembiraan seorang hamba yang beriman setelah satu tahun terlewati dan seusai menahan hawa nafsu melaksanakan kewajiban puasa ramadhan.

Ada juga yang mengartikan ‘Idul Fitri berarti kembali seseorang muslim ke keadaan yang suci, setelah ia berhasil melaksanakan puasa ramadhan dengan sebaik-baiknya. Suci disini yang dimakasud adalah suci dari dosa, karena ampunan Allah SWT yang diberikan pada hamba-Nya yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Hukum Sholat Idul Fitri ( ‘Ied )

Hukum sholat ‘Ied adalah sunnah muakkad karena dahulu Rasulullah SAW selalu mengerjakannya semasa hidupnya. Bahkan menurut Imam ABu Hanifah sholat ‘Ied hukumnya adalah Fardhu’ain. Sedangkan menurut Imam Ahmad hukum mengerjakan sholat ‘Ied adalah fardhu kifayah.

Allah SWT berdirman dalam surat al-Kautsar ayat ke 2 :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Yang artinya : “Maka laksanakan sholat karena Rabb-mum dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar:2)

‘Sholat’ yang dimaksud dalam ayat diatas, para ahli tafsir kebanyakan memiliki pendapat bahwa perintah itu adalah untuk sholat ‘Ied.

Rasulullah SAW pun pernah bersabda, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam sebuah hadits. Arti ringkasnya : Rasulullah SAW memrintahkan kepada semua wanita untuk keluar saat ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha.

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Waktu Sholat ‘Idul Fitri

Sholat ‘Idul fitri dilaksanakan pada waktu mulai dari matahari terbit hingga sampai masuk pada waktu sholat dzuhur. Tapi kebanyakan menganjukan untuk mengakhiri sholat ‘Idul Fitri ketika ketinggian mataharu sudah sampai ukuran tombak. Yang dimaksud dari ‘sampai ukuran tombok’ kira-kira adalah 16 menit setelah terbitnya mmatahari. Tata cara sholat ‘Ied dalam perhitungan waktunya ini mengikuti yang telah dilakukan oleh Nabi SAW. Ulama’ seperti Imam Malik juga mneyatakan bhwa yang tersebut diatas adalah awal waktu pengerjaannya.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Sholat ‘Idul Fitri dilakukan dengan 2 rokaat 1 salam. Sama seperti mengerjakan sholat sunnah yang umum, tapi dengan tambahan beberapa kesunnahan yang membedakan. Secara lebih rinci, berikut ini adalah tata cara sholat ‘Idul Fitri atau pelaksanaan sholat ‘Idul Fitri.

1. Sholat ‘Idul Fitri Berjamaah

Sholat ‘Idul fitri lebih afdhol jika dilaksanakan berjama’ah. Kecuali mereka yangs edang mengerjakan ibadah haji. Maka hukum sholat ‘Idul fitri berjama’ah baginya adalah Khilaful aula dan sunnah untuk tidak berjama’ah.

2. Niat Sholat Idul Fitri

Seperti hukum niat sholat pada umumnya. Niat sholat boleh dilafadzkan boleh juga tidak. Namun, jika anda termasuk yang ingin dan terbiasa melafadzkan niat ketika akan mengerjakan sholat, berikut ini lafadz yang bisa diucapkan :

اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ\ لِعِيْدِ الأَضْحَى (…….) لِلّهِ تَعاَلَى

artinya :  “Niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (……..) karena Allah Ta’ala“.

Pada bagian yang dikosongkan bisa anda isi dengan posisi anda ketika sedang menjalankan sholat. Jika anda adalah makmum maka ditambahkan lafadz مَأْمُوْماً. Begitu juga jika sebagai imam, maka ditambahkan lafadz إِماَماً. Namun jika anda sholat sendirian atau tidak berjamaah, maka tak perlu menambahkan kata imaaman/ma’muuman. Cukup dibaca bacaan niat diatas apa adanya.

3. Takbir – Sholat Idul Fitri

Setelah imam memulai takbiratul ihram dan makmum mengikutinya, maka selanjutnya imam kembali membaca takbir (dengan cara seperti takbiratul ihram) sebanyak 7 kali di rakaat pertama (takbiratul ihram tidak dihitung) dan 5 kali di rakaat kedua.

Setiap bacaan takbir, diucapkan keras bagi imam, makmum, maupun yang melaksanakan sholat sendiri. Setelah takbir lantas membaca bacaan Albaqiyatus Sholihat, sebagai berikut :

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallahi walhamdulillahi walaailahaillaallahu waallahu akbar

artinya : “Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.

4. Bacaan Sholat Idul Fitri

Setelah selesai takbir 7 kali di rakaat pertama, barulah membaca surat al-Fatihah. Pada rakaat pertama ini disunnahkan untuk membaca surat Qof setelah al-Fatihah. Lalu, dilanjutkan dengan urutan sholat seperti biasa. Begitu juga di rakaat kedua, setelah selesai takbir 5 kali membaca alfatihah dilanjutkan dan disunnahkan membaca surat al-Qomar. Lanjut tata cara sholat ‘Idul fitri yang tak berbeda dengan sholat sunnah maupun wajib lainnya, rukuk, i’tidal, sujud, hingga salam.

8. Khutbah Sholat Idul Fitri

Khutbah sholat ‘Idul fitri tak berbeda dengan khutbah sholat jum’at, baik rukun serta sunnah yang dijalankan. Namun syaratnya berbeda, yaitu pelaksanaannya setelah sholat ‘Idul Fitri selesai dijalankan. Tidak sah jika khutbahnya dilakukan sebelum sholat ‘idul fitri.

Tata Cara Khutbah Sholat Idul Fitri

Dalam hal pelaksanaan, seperti yang telah dibahas sebelumnya yakni khutbah sholat ‘Idul fitri dikerjakan setelah sholat, bukan sebelum sholat. Perihal tata cara tak berbeda dengan khutbah jum’at. Dipisahkan dengan 2 session khutbah, yakni khutbah pertama serta khutbah yang kedua, yang mana umumnya dipisahkan dengan duduk istirahat sebentar di belakang mimbar.

Disunnahkan untuk membaca kalimat takbir sebanyak 9 kali ulangan pada khutbah yang pertama secara berkesinambungan atau terus menerus di awalan khutbah. Sedangkan di khutbah yang kedua, disunnahkan untuk membaca takbir sebanyak 7 kali tanpa dipisahkan atau terus menerus ketika mengawali khutbah. Serelah itu, rukun khutbah sholat ‘Idul Fitri yang dijalankan sama atau tidak berbeda dengan ketika melaksanakan khutbah jum’at.

Sunnah Saat Hari Raya Idul Fitri

Yang utama dan sering kita ketahui tentang kesunnahan saat hari raya ‘Idul Fitri adalah sholat ‘Idul Fitri dan mengikuti serta mnedengarkan khutbah khotib. Namun, diluar itu masih ada lagi beberapa sunnah menurut kitab fiqih Imam Syafi’i yang bisa kita lakukan demi menambah amaliyah kita, yakni :

  • Disunnahkan untuk senantiasa menghidupkan malam idul fitri dengan berbagai ibada, termasuk mengumandangkan bacaan takbir, tahlil, dan tahmid pada malam ‘Idul Fitri hingga dilaksanakannya sholat ‘Idul Fitri.
  • Bersuci dari hadast besar maupun kecil (mandi besar). Waktu yang disunnahkan untuk pelaksanaan mandi besar ini adalah dimulai ketika waktu tengah malam ‘idul fitri sampai akhir daripada siang idul fitri. Banyak ulama’ yang berpendapat bahwa waktu paling utama untuk melaksanakan sunnah mandi besar ini adlaah ketika mulai terbitnya fajar (waktu shubuh).
  • Berhias dan memakai wewangian untuk siapapun, tak terkecuali bagi perempuan yang sedang berhalangan hingga anak-anak kecil.
  • Makan dan minum ketika akan melaksanakan sholat ‘Idul Fitri (sebelum).
  • Pergi ke masjid untuk menjalankan sholat dengan berjalan kaki. Lalu, melewati jalan yang berbeda ketika pulang dari sholat ‘Idul fitri.

Nah, itulah tadi sobat Alomuslim sekilas informasi dari kami tentnag tata cara sholat ‘Idul Fitri dan yang berkaitan. Semoga artikel kali ini semakin bisa menambah wawasan kita. Mohon maaf dan mohon diingatkan jika ada kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *