Siapa Yang Mengamalkan Tauhid Niscaya Masuk Surga Tanpa Hisab
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Siapa Yang Mengamalkan Tauhid Niscaya Masuk Surga Tanpa Hisab

Alomuslim.com – Maksud dari pengamalan tauhid ini yaitu pembersihan dan pemurnian tauhid dari berbagai macam kotoran, seperti perbuatan syirik, bid’ah dan maksiat. Dan yang harus diketahui, bahwasanya hal itu tidak akan terwujud kecuali dengan mengetahui, meyakini serta bersikap tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman :

“Dan mereka yang tidak mempersekutukan Rabbnya.” (QS. Al Mu’minun : 59)

Sifat yang paling agung atas orang-orang beriman adalah menjauhi syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik itu perbuatan syirik yang sifatnya tersembunyi maupun perbuatan syirik yang sifatnya terang-terangan. Maka orang yang mempunyai sifat seperti ini, sungguh dia telah mencapai puncak tertinggi dari pengamalan tauhid. Sehingga, dia akan bisa masuk Surga tanpa hisab (perhitungan) dan tanpa adzab (siksaan).

Bagimana mengamalkan tauhid yang sebenarnya?

  1. Membersihkan diri dari syirik besar maupun syirik kecil, dari perbuatan bid’ah, baik yang berupa keyakinan, perkataan maupun perbuatan serta menjauhkan diri dari kemaksiatan. Itu semua dapat dilakukan dengan cara menyempurnakan keikhlasan kepada Allah dalam setiap perkataan, perbuatan dan niat serta beribadah hanya dengan mengikuti petunjuk dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.
  2. Memperbaiki hati dengan keimanan dan keihklasan, yang dibenarkan dengan amal ibadah dan tunduk kepada semua perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menjauhi diri dari kemaksiatan. Maka dia akan memasuki Surga tanpa hisab, bahkan ia termasuk golongan orang-orang yang pertama masuk ke Surga.
  3. Menyempurnakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hanya bertawakkal kepada-Nya. Dia tidak memalingkan hatinya kepada makhluk dalam setiap urusan pribadi, tidak meminta penghormatan dari manusia, serta tidak meminta-minta rezeki kepada mereka.
  4. Kondisi lahir dan batinnya, perkataan dan perbuatannya, cinta dan bencinya serta seluruh keadaannya dimaksudkan untuk mengharapkan ridha dari Allah semata, serta mengikuti dengan ketaatan setiap petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi was sallam.
  5. Mengamalkan tauhid bukan dengan angan-angan dan keinginan semata tetapi jauh dari tindakan nyata. Tidak juga dengan kekaguman terhadap keutamaan ibadah tetapi kosong dari kenyataan. Akan tetapi, ia harus diwujudkan dengan keimanan dan perbuatan baik, serta dibenarkan oleh akhlak terpuji dan amal shalih yang mulia.

Maka, siapa saja yang mengamalkan tauhid sesuai dengan uraian diatas, niscaya dia memperoleh keutamaan yang banyak lagi sempurna. Dan semoga Allah masukkan kedalam Surga-Nya tanpa hisab (perhitungan) dan adzab (siksa).

Wallahu Ta’ala a’lam bishawab.

Referensi : Syarah Kitab Tauhid, Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustka Imam Asy-Syafi’i : 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *