Siapakah Yang Lebih Diutamakan Menerima Zakat
DASAR ISLAM, ZAKAT

Siapakah Yang Lebih Diutamakan Menerima Zakat : Fakir Atau Miskin ?

Alomuslim.com – Istilah fakir miskin sudah seringkali kita dengar, namun sebagian diantara kita seringkali bingung dalam memahami maksud dari kedua istilah tersebut. Secara umum, istilah fakir dan miskin diartikan sebagai orang-orang yang sangat membutuhkan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tetapi kita tidak bisa memahami istilah fakir miskin hanya secara umum saja, karena akan berkaitan dengan hak penerima zakat. Fakir miskin termasuk dalam delapan kelompok orang-orang yang berhak menerima zakat. Maka harus dipahami dalam konteks ayat dan istilah bahasa asalnya, yakni bahasa Arab.

Kata fakir dalam istilah bahasa Arab disebut Fuqara, apabila kata ini disebutkan secara mutlak, maka kalangan miskin, atau dalam istilah bahasa Arab disebut masakin, termasuk di dalamnya. Demikian pula sebaliknya, jika masakin disebutkan secara mutlak, maka kalangan fuqara termasuk di dalamnya. Namun, apabila keduanya digabung dalam satu kalimat, seperti yang tertera dalam ayat mengenai zakat, maka keduanya akan memiliki arti yang berbeda.

[irp posts=”3119″ name=”Apakah Zakat Boleh Disalurkan Kepada Selain Delapan Kelompok ?”]

Fakir secara etimologi dalam bahasa Arab adalah subyek yang berarti obyek, yaitu orang yang sebagian tulang rusuknya terlepas, maka punggungnya menjadi patah. Maksudnya yakni orang fakir merupakan orang yang sangat lemah dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya hingga diistilahkan dengan orang yang tulang punggungnya patah.

Sementara miskin dalam istilah bahasa Arab adalah orang yang berdiam diri (sakin). Dan menurut beberapa ulama ahli bahasa menjelaskan makna miskin, diambil dari kata sakan (diam), seolah dia orang yang lumpuh, tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak bisa sembuh. Sehingga kondisi orang miskin kondisinya lebih sulit daripada orang fakir.

Sehingga bedasarkan makna tersebut, ulama madzhab Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa orang miskin lebih diutamakan dalam menerima zakat dari orang fakir. Sementara madzhab Syafi’i dan Hanbali memiliki pendapat yang berbeda, menurut mereka orang fakir lebih di utamakan dari orang miskin.

[irp posts=”2609″ name=”Mengupas Masalah Zakat Penghasilan Dalam Hukum Islam”]

Menurut madzhab Syafi’i dan Hanbali orang fakir lebih membutuhkan dari orang miskin, karena menurut mereka orang fakir merupakan orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhannya sama sekali. Sementara orang miskin masih mampu mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya baik kurang atau sekedar mencukupi.

Wallahu a’lam. 

Referensi :Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *