sifat seorang mukmin
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Inilah Sifat-sifat Seorang Mukmin

Alomuslim.com – Sekedar menjadi muslim, tidaklah cukup bagi seseorang yang mengaku dirinya beragama Islam. Bagi seseorang yang telah mengucapkan kalimat syahadat dan kemudian menjadi seorang muslim atau memang terlahir sebagai muslim, maka orang tersebut harus senantiasa beramal dan beribadah untuk meningkatkan derajatnya. Seorang muslim harus mengupgrade dirinya menjadi mukmin (orang yang beriman).

Setiap muslim pasti ingin untuk mencapai derajat mukmin. Karena Allah memberikan tempat khusus bagi seorang mukmin di sisi-Nya, bahkan dalam firman-Nya Allah seringkali hanya menyeru orang-orang mukmin saja yang kemudian disertai dengan kabar gembira tentang Surga, yang dijanjikan akan menjadi tempat kembali bagi mereka kelak. Hal ini menunjukkan keutamaan orang-orang yang telah mencapai derajat mukmin. Diantaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya :

[irp posts=”2260″ name=”Cara Meningkatkan Keimanan Seorang Muslim”]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih bagi mereka adalah Surga Firdaus yang menjadi tempat tempat tinggal.” (QS. Al Kahfi : 107)

Seorang mukmin jelas lebih utama dibandingkan dengan seorang muslim. Karena bisa jadi diantara orang-orang yang mengaku dirinya muslim, ada yang memiliki sifat kemunafikan dalam hatinya, tetapi bagi seorang mukmin, tidaklah ada dalam hatinya melainkan hanya kebaikan. Seorang mukmin merupakan orang-orang yang memuliakan seluruh syariat Islam dan mendustakan segala kemaksiatan, karena keimanan dalam hatinya yang tidak dimiliki oleh semua muslim.

Keimananlah yang membedakan antara seorang muslim dengan seorang mukmin dan yang dengannya seseorang akan diliputi dengan keberuntungan serta dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih..” (QS. Al Ashr : 1-3)

Yang Dinamakan Iman

Iman secara bahasa berarti membenarkan dan menunjukkan ketundukkan dan pengakuan. Sedangkan menurut syariat, iman adalah semua ketaatan lahir (perbuatan badan) dan batin. Iman dapat juga dipahami sebagai pembenaran dalam hati, pengucapan (ikrar) dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.

[irp posts=”1709″ name=”Diantara Bentuk Kesempurnaan Iman”]

Buah dari iman akan tampak jelas dalam pelaksanaan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Sehingga seseorang dikatakan memiliki iman apabila ia mengakui dan meyakini segala yang diperintahkan serta dilarang oleh syariat, kemudian ia mengamalkan segala yang diyakininya tersebut. Karena iman tidak sah kecuali dengan perbuatan, ia bukan sebuah pengakuan semata atau hanya niat dalam hati saja.

Sifat orang-orang Mukmin

Allah telah menyebutkan sifat orang-orang mukmin sejati di dalam Al Qur’an, yaitu orang-orang yang beriman dan mengamalkan pokok-pokok agama dan cabang-cabang yang mereka imani, secara lahir dan bathin. Pengaruh iman ini terlihat pada keyakinan, perkataan dan perbuatan mereka.

Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al Anfal : 2-4)

Pada ayat tersebut Allah menyebutkan beberapa sifat yang dimiliki oleh orang-orang mukmin, diantaranya :

  • Orang yang apabila disebut nama Allah, maka gemetarlah hatinya
  • Orang yang apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah imannya
  • Orang-orang yang bertawakkal dan menyerahkan setiap urusannya hanya kepada Allah semata
  • Orang-orang yang mendirikan shalat
  • Orang-orang yang bersedekah dengan rizki yang berikan kepadanya

Ketahuilah, apabila sifat-sifat tersebut ada dalam diri seseorang maka layak baginya menyandang derajat sebagai orang-orang mukmin. Wahai kaum muslimin, apabila sifat-sifat tersebut ada dalam diri anda, teguhlah diatasnya. Janganlah berbalik kepada kekufuran. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk istiqamah diatasnya. Beliau bersabda :

[irp posts=”2988″ name=”Milikilah Sifat Ini Untuk Kebaikan Anda”]

“Katakanlah, ‘Saya beriman kepada Allah.’ Kemudian beristiqamahlah (di atas itu).” (HR. Muslim)

Wallahu Ta’ala a’lam.

Referensi : Mukhtashar Aidah Islam, Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al Hamad (Pustaka Elba : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *