Sikap Seorang Muslim Ketika Agamanya Dilecehkan

Alomuslim.com – Beberapa waktu belakangan banyak muncul perbuatan-perbuatan yang melecehkan atau memperolok syariat Islam, baik perbuatan itu dilakukan oleh orang-orang di luar Islam maupun oleh umat Islam sendiri. Ketahuilah, bahwa perbuatan melecehkan atau memperolok Allah, Nabi-Nya, Kitab-Nya, dan atau hukum agama-Nya bukanlah masalah yang sepele, melainkan masalah besar yang sangat berbahaya, dan ia bisa membatalkan keislaman apabila dilakukan oleh seorang muslim.

Allah berfirman:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ {65} لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ {66

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa” (QS at-Taubah [9]: 65–66).

Maka sebagai seorang muslim, sudah seharusnya ia marah terhadap orang-orang yang melecehkan syariat Islam. Harus ada kemarahan di hati setiap orang Islam ketika melihat atau mendengar agamanya dilecehkan atau dijadikan bahan olok-olokan. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam saja sebagai makhluk yang paling sabar di muka bumi, marah ketika ada seseorang yang menghina kehormatan Allah.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata :

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membalas kezhaliman yang ditimpakan orang kepada dirinya selama orang itu tidak menghina kehormatan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi, apabila sedikit saja kehormatan Allah dihina orang, maka beliau adalah orang yang paling marah karenanya. Dan seandainya dimintakan untuk memilih dua perkara, pastilah beliau memilih perkara yang paling mudah, selama perkara itu bukan merupakan suatu dosa.” (HR. Bukhari 6126, Muslim 2337)

Apabila kaum muslimin memiliki kekuatan dan tidak melanggar hukum negara yang berlaku, maka ambillah pelaku pelecehannya dan kemudian serahkan kepada pihak yang berwenang agar diberikan sanksi, jangan menghakiminya sendiri. Dan sebaiknya kaum muslimin menghindari untuk melakukan aksi mengumpulkan massa dengan berteriak-teriak di jalan, karena yang demikian menunjukkan buruknya akhlak Islam. Lebih baik urusan tersebut diserahkan dan dipercayakan kepada pemerintah dan aparat yang berwenang untuk diselesaikan, inilah yang sikap tepat. Dan jangan lupa gunakan kekuatan doa untuk mendoakan pelakunya. Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Menyikapi Para Penista Agama, video singkat Badru Salam, Lc (Media Islami : 2018)
  • Mengenal Pribadi Agung Nabi Muhammad, Imam At-Tirmidzi (Ummul Qura : 2017)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may like