Begini Seharusnya Sikap Seorang Muslim Terhadap Tamu

Seorang Muslim Terhadap Tamu

Alomuslim.com – Tamu merupakan orang yang paling layak untuk dimuliakan, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Maka bagi seorang muslim tidak pantas berbuat kikir atau melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap tamu yang berkunjung ke rumahnya. Nabi Ibrahim alaihissalam pernah menunjukkan bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan ketika kedatangan tamu, meskipun tamunya tidak dikenalinya. Allah berfirman :

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ek tempatnya lalu mengucapkan, ‘Salaman’, Ibrahim menjawab, ‘Salamun orang-orang yang tidak dikenal.’ Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata, ‘Silahkan kalian makan’.” (QS. Adz-Dzariyat : 24-27)

Inilah akhlak mulia yang dicontohkan oleh seseorang yang mulia. Dari kisah tersebut kita bisa mengambil sebuah pelajaran, bagaimana cara Nabi Ibrahim memuliakan tamunya. Ketika kedatangan seorang tamu, Nabi Ibrahim tidak menanyakan terlebih dahulu kepada tamunya, siapa namanya, dari mana asalnya dan apa tujuannya. Setelah menjawab salam, Nabi Ibrahim langsung mempersilahkan masuk tamunya, lalu menyiapkan hidangan terbaik untuk mereka dan mempersilahkan makan.

Hal ini sangat berbeda dengan perilaku sebagian besar umat muslim pada hari ini. Dimana ketika mereka didatangi seseorang yang tidak dikenali hendak bertamu, jangankan menghidangkan makanan, bertanyapun tidak, justru tamu itu akan langsung diusir. Entah apa alasan mereka melakukan hal tersebut, yang pasti hal itu bukanlah akhlak Islami.

Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada para sahabat dan juga umatnya untuk memuliakan tamu dengan memberikan haknya. Beliau bersabda :

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka endaknya dia memuliakan tamunya dengan memberikan haknya.” Mereka bertanya, ‘Apa haknya, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Sehari semalam dan perjamuan tamu selama tiga hari, dan selebihnya adalah sedekah atasnya’.” (HR. Bukhari, Muslim, riyadhus shalihin no. 712)

Inilah seharusnya yang dilakukan oleh seorang muslim terhadap tamunya, menjawab salam mereka, kemudian mempersilahkan mereka masuk dan menghidangkan makanan bagi mereka. Setelah itu memberikan hak kepada tamunya untuk menyampaikan hajatnya dan memberikan perjamuan selama tiga hari apabila tamunya berasal dari tempat yang jauh.

Referensi : Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi (Darul Haq : 2017)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Hukum Mencukur Jenggot
Read More

Hukum Mencukur Jenggot

Alomuslim.com – Jenggot merupakan salah satu perhiasan bagi laki-laki. Menurut syariat Islam, wajib hukumnya bagi laki-laki untuk memelihara jenggot.…