Sudah Benarkah Keislaman Anda
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Sudah Benarkah Keislaman Anda?

Alomuslim.com – Syahadat merupakan kalimat yang membuat seseorang masuk dalam Islam. Ketika seseorang telah mengucapkan kalimat syahadat, itu berarti ia telah membuat sebuah pengakuan terhadap pengesaan Allah dan menolak segala sekutu-Nya serta konsisten mengamalkan segala macam syi’ar-syi’ar Islam. Jika ia menyalahi ketentuan tersebut, berarti ia telah membatalkan perjanjian yang telah diikrarkannya ketika mengucapkan syahadat tersebut.

Bagi seseorang yang telah mengucapkan kalimat syahadat, ia harus memahami dua hal berikut ini untuk mengokohkan keislamannya, yakni :

  • Makna Syahadat ‘Laa ilaaha illallaah’

Makna dari syahadat ‘Laa ilaaha illallaah’ adalah tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah. Sementara di lingkungan kita, sebagian kaum muslim menafsirkan kalimat tersebut dengan makna, tiada tuhan selain Allah. Penafsiran seperti ini kurang tepat. Bahkan ada yang lebih rancu lagi dalam memahami makna syahadat dengan menafsirkannya sesuai teksnya, yakni tiada tuhan melainkan Tuhan.

Ketika memahami makna syahadat ‘Laa ilaaha illallaah’ dengan penafsiran ‘tiada tuhan selain Allah’, maka yang seperti ini tidak dapat menutup peluang bagi seseorang untuk beribadah kepada selain Allah. Artinya, tidak mengapa seseorang beribadah kepada selain Allah selama ia hanya mengakui Allah sebagai tuhannya.

Misalnya, seseorang beribadah dan berdoa disisi kubur wali atau orang-orang shalih dibarengi dengan berbagai bentuk ritual, kemudian meyakini hal itu dapat mendatangkan manfaat atau menolak keburukan. Meskipun orang tersebut tetap bersaksi bahwa Allah adalah tuhannya. Maka yang seperti ini telah merusak syahadat orang tersebut dan dapat membatalkan keislamannya. Karena telah mempersembahkan ibadah khusus untuk Allah kepada selain-Nya.

Maka, bagi seseorang yang telah bersyahadat hendaknya hanya mengkhususkan segala ibadahnya dan meyakini bahwa tidak ada sesembahan, baik kubur wali atau orang shalih, pohon, binatang, batu, bintang dan lainnya, yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..” (QS. Al Baqarah : 165)

  • Konsekuensi Syahadat ‘Laa ilaaha illallah’

Konsekuensi dari kalimat syahadat ‘Laa ilaaha illallah’ yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dan segala macam yang diyakini dapat memberikan manfaat atau menolak keburukan. Banyak diantara kaum muslimin yang mengikrarkan syahadat, tetapi melanggar konsekuensinya.

Seharusnya setiap muslim mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah dan menetapkan ibadah hanya kepada Allah saja. Dalam hal ini seorang muslim juga harus berani mengingkari agama lain selain Islam. Jangan sampai termakan hasutan kelompok yang mengkampanyekan semua agama itu benar. Alasannya, tuhan-tuhan yang mereka sembah bukanlah Allah, sementara seorang muslim meyakini tiada sembahan selain Allah. Dan ini adalah konsekuensi syahadat yang telah diikrarkan.

Katakanlah, “Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku..” (QS. Az-Zukhruf : 26-27)

Catatan yang perlu diperhatikan, ketika seorang muslim menolak untuk mengakui agama selain Islam, bukan berarti harus berbuat jahat kepada mereka dengan melanggar hak-haknya untuk beribadah dan menjalani kehidupannya dengan damai. Kecuali bagi mereka yang jelas-jelas menyatakan perang dengan Islam.

Jadi, sudah benarkah keislaman anda? Apakah anda sudah benar-benar mengkhususkan ibadah hanya kepada Allah semata? Apakah anda sudah mengingkari sembahan-sembahan lain yang dibuat manusia untuk menyaingi Allah?

Referensi :

  • Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Yazid Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)
  • Makna Syahadatain, Rukun, Syarat, Konsekuensi, Dan Yang Membatalkannya, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan (Almanhaj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *