Sunnah Perihal Rambut
DASAR ISLAM, PAKAIAN

Perhatikanlah Sunnah Perihal Rambut Berikut Ini ..

Alomuslim.com Sunnah Perihal Rambut, Rambut merupakan mahkota yang menghiasi kepala setiap manusia. Bagi sebagian lelaki, rambut menjadi simbol kepercayadirian mereka. Rambut dapat menjadi daya tarik bagi penampilan seorang lelaki. Sehingga mereka sangat memperhatikan model-model potongan rambutnya.

Khusus bagi wanita, rambut juga merupakan perhiasan yang sangat berharga dalam berpenampilan, hanya saja mereka tidak boleh menampakkannya kepada lelaki yang bukan mahram. Karena rambut wanita merupakan bagian dari aurat, sehingga harus ditutupi dari lelaki yang tidak halal melihatnya. Tetapi tidak demikian halnya dengan kebanyakan wanita pada hari ini, yang dengan rasa bangga menampakkan rambutnya kepada semua orang.

Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk menjaga dan memperhatikan penataan rambut mereka. Tidak hanya menganjurkan, tetapi Islam juga telah memberikan pedoman seputar permasalahan penataan rambut tersebut.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan tentang Sunnah Perihal Rambut :

1. Anjuran Untuk Melakukan Perawatan Rambut

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Rasulullah  pernah bersabda :

“Siapa diantara kalian yang memiliki rambut, maka hendaklah ia merawatnya.” (HR. Abu Dawud, An Nasa’i)

Bahkan dalam satu riwayat yang lain, Rasulullah pernah menegur seseorang yang membiarkan rambutnya kusut. Beliau bersabda,

“Apakah orang ini tidak mendapatkan sesuatu yang dapat merapihkan rambutnya.” (HR. Abu Dawud, An Nasa’i)

Oleh karenanya, Islam sangat menganjurkan kepada umat muslim yang memiliki rambut untuk merawatnya, menjaga kebersihan dan keindahannya, baik dengan cara menyisirnya, menggunakan minyak maupun dengan cara lainnya. Namun yang perlu diperhatikan, tidak harus sampai berlebihan dalam melakukan perawatan rambut atau sampai menghabiskan uang banyak untuk melakukan hal tersebut.

2. Larangan Memotong Rambut Model Qaza’

Sunnah Perihal Rambut Model Qaza

Qaza’ merupakan model potongan rambut yang banyak digemari oleh para pemuda muslim pada hari ini. Yaitu, memotong sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya. Sesungguhnya, model potongan rambut seperti itu dilarang dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

“Rasulullah melarang memotong sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya.” (HR. Bukhari, Muslim)

3. Larangan Mencabut Uban

Sunnah Perihal Rambut larangan mencabut uban

Larangan mencabut uban ini disandarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Nabi  pernah bersabda :

“Janganlah kalian mencabut uban, sesungguhnya ia adalah cahaya bagi seorang muslim pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi)

Para sahabat-pun tidak menyukai apabila ada seseorang diantara mereka atau melihat orang lain mencabut ubannya. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

“Kami tidak menyukai kalau ada orang yang mencabut uban kepala dan jenggotnya.” (HR. Muslim)

4. Menyemir Rambut yang Beruban

Hukum menyemir uban, selama tidak dengan warna hitam adalah dibolehkan. Hal ini disandarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Jabir, pada saat Fathul Makkah, Abu Quhafah, yang merupakan ayah dari sahabat mulia Abu Bakar Ash Shidiq radhiallahu anhumma, diajak menghadap Nabi  dan ketika itu rambut dan jenggotnya sudah seperti pohon tsugamah (pohon dengan bunga dan buah berwarna putih) karena saking putihnya. Kemudian Nabi bersabda,

“Hendaklah kalian mengubah (warna uban) ini, dan hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim, An Nasa’i dan Abu Dawud)

Perintah menyemir rambut yang beruban kemudian dikuatkan lagi dengan perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk membedakan diri dengan orang-orang Yahudi dan Nashrani. Nabi  bersabda :

“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir. Maka dari itu berbedalah dengan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun pada hari ini sebagian orang-orang Yahudi dan Nashrani menyemir rambut mereka dengan warna hitam, hingga akhirnya umat muslim ikut meniru pebuatan mereka untuk menyemir rambut dengan warna hitam pula. Padahal Rasulullah  telah memperingati untuk tidak meniru perbuatan orang-orang Yahudi dan Nashrani, dan menganjurkan untuk menyemir rambut dengan warna selain hitam.

Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Pada hari kiamat kelak, orang-orang yang menyemir rambutnya dengan warna hitam akan seperti sisa kotoran burung : mereka tidak akan mencium aroma surgawi.” (HR. Abu Dawud, An Nasa’i dan Ahmad)

5. Larangan Menyambung Rambut

Sunnah Perihal Rambut menyambung rambut

Perbuatan menyambung rambut biasa dilakukan oleh para wanita dan juga sebagian lelaki. Bahkan banyak tempat-tempat yang menawarkan untuk melakukan hal tersebut. Bagi masyarakat modern, menyambung rambut merupakan hal yang biasa dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, tetapi tidak bagi syariat Islam. Islam melarang umatnya untuk menyambung rambut.

Termasuk dalam hal menyambung rambut adalah penggunaan rambut palsu atau yang dikenal dengan sebutan Wig. Bahkan bagi seseorang yang rambutnya rontok dan tidak akan tumbuh lagi, menyambung rambut tetap dilarang kepadanya. Banyak hadits yang memberikan keterangan tentang larangan menyambung rambut bagi setiap orang, diantaranya dari Asma’ radhiallahu ‘anha, ia menceritakan,

“Seorang wanita pernah menemui Rasulullah sambil berkata, ‘Aku menikahkan putriku, namun putriku menderita demam hingga rambutnya rontok. Suaminya menginginkanku agar menyambung rambutnya, apakah aku boleh menyambung rambutnya?’ Lalu Rasulullah mencela wanita yang menyambung dan meminta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Demikian beberapa sunnah perihal rambut yang harus diperhatikan oleh umat muslim. Semoga bermanfaat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan dalam melaksanakan perintah dan semua ajaran dari Rasulullah .

Wallahu ‘alam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 3, Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *