9 Sunnah Yang Harus Dikerjakan Ketika Seseorang Sedang Ihram

9 Sunnah Yang Harus Dikerjakan Ketika Seseorang Sedang Ihram – Terdapat beberapa sunnah yang harus dikerjakan oleh seseorang yang sedang ihram ketika menunaikan ibadah haji. Alangkah baiknya bagi seorang muslim untuk mengetahui perihal tersebut, agar ibadah haji yang dikerjakannya menjadi sempurna dan memperoleh predikat mabrur, sebagaimana yang diharapkan oleh semua orang yang beribadah haji. Diantara sunnah-sunnah tersebut adalah :

1. Mandi Untuk Ihram

Sesuai dengan hadits dari Zaid bin Tsabit radhiallahu anhu, dia melihat Rasulullah  melepas pakaian ketika hendak berihram kemudian mandi. (HR. at-Tirmidzi no. 831)

Bagi kaum wanita juga dianjurkan untuk mandi sekalipun dia dalam kondisi haid atau nifas. Dalam hadits Jabir radhiallahu anhu disebutkan : “..sampai ketika kami tiba di Dzul Hulaifah, Asma’ binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar, kemudian dia menghadap Nabi dan bertanya, ‘Apa yang harus aku lakukan?’ Maka beliau menjawab, ‘Mandilah dan bersihkanlah kemaluanmu dengan kain dan berihramlah’.” (HR. Muslim no. 1218)

2. Memakai Wangi-wangian Di Badan Sebelum Ihram

Sesuai dengan hadits dari Zaid bin Tsabit radhiallahu anhu, dia melihat Rasulullah  melepas pakaian ketika hendak berihram kemudian mandi. (HR. at-Tirmidzi no. 831)

Bagi kaum wanita juga dianjurkan untuk mandi sekalipun dia dalam kondisi haid atau nifas. Dalam hadits Jabir radhiallahu anhu disebutkan : “..sampai ketika kami tiba di Dzul Hulaifah, Asma’ binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar, kemudian dia menghadap Nabi dan bertanya, ‘Apa yang harus aku lakukan?’ Maka beliau menjawab, ‘Mandilah dan bersihkanlah kemaluanmu dengan kain dan berihramlah’.” (HR. Muslim no. 1218)

3. Mengenakan Dua Kain Ihram Berwarna Putih

Sunnah yang harus dikerjakan ketika seseorang sedang ihram kain putih

Sesuai dengan hadits dari Zaid bin Tsabit radhiallahu anhu, dia melihat Rasulullah  melepas pakaian ketika hendak berihram kemudian mandi. (HR. at-Tirmidzi no. 831)

Bagi kaum wanita juga dianjurkan untuk mandi sekalipun dia dalam kondisi haid atau nifas. Dalam hadits Jabir radhiallahu anhu disebutkan : “..sampai ketika kami tiba di Dzul Hulaifah, Asma’ binti Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar, kemudian dia menghadap Nabi dan bertanya, ‘Apa yang harus aku lakukan?’ Maka beliau menjawab, ‘Mandilah dan bersihkanlah kemaluanmu dengan kain dan berihramlah’.” (HR. Muslim no. 1218)

4. Shalat Di Wadi Al Aqiq Ketika Melewatinya

Dalil mengenai perintah ini adalah dari perkataan sahabat Umar radhiallahu anhu, dia berkata :

“Aku mendengar Rasulullah bersabda di Wadi Al Aqiq, ‘Seseorang (Malaikat) yang diutus oleh Allah datang kepadaku malam ini dan berkata, “Shalatlah di lembah yang penuh berkah ini dan ucapkanlah, ‘Umratun fil Hajjatin’.” (HR. Bukhari no. 1534, dan yang lainnya)

Wadi Al Aqiq, yaitu sebuah lembah di dekat Baqi’ yang berjarak sekitar 4 mil dari Madinah.

5. Shalat Di Masjid Dzul Hulaifah Bagi Yang Melewatinya

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu anhu, dia berkata : “Nabi melakukan shalat dua rakaat di Dzul Hulaifah.” (HR. Muslim no. 1184)

Dalam hadits dari Jabir radhiallahu anhu disebutkan, : “Tatkala beliau sampai di Dzul Hulaifah, beliau shalat dua rakaat dan beliau terdiam hingga sampai padang luas yang tidak berpenghuni.” (HR. An-Nasa’i no. 2756)

6. Berniat Ihram Setelah Melakukan Shalat Fardhu Atau Sunnah

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiallahu anhu, dia berkata : “Nabi melakukan shalat dua rakaat di Dzul Hulaifah.” (HR. Muslim no. 1184)

Dalam hadits dari Jabir radhiallahu anhu disebutkan, : “Tatkala beliau sampai di Dzul Hulaifah, beliau shalat dua rakaat dan beliau terdiam hingga sampai padang luas yang tidak berpenghuni.” (HR. An-Nasa’i no. 2756)

7. Bertahmid, Bertasbih dan Bertakbir Sebelum Mulai Niat

Hal ini berdasarkan hadits Anas radhillahu anhu, dia berkata ; “…kemudian beliau mengendarai sehingga sampai di Baida’, beliau bertahmid, bertasbih dan bertakbir kemudian berniat haji dan umrah.” (HR. Bukhari no. 1551, Abu Dawud no. 1779 [secara ringkas] )

8. Menghadap Kiblat Saat Berniat

Sunnah yang harus dikerjakan ketika seseorang sedang ihram kiblat

Dari riwayat Nafi’, dia berkata, “Apabila Ibnu Umar shalat pada pagi hari di Dzul Hulaifah, dia memerintahkan hewan tunggangannya untuk pergi, kemudian dia menaikinya, dan apabila matahari telah berada di tengah, dia menghadap kiblat sambil berdiri dan bertalbiyah…” dia juga menyatakan bahwa Nabii ﷺ melakukan hal tersebut. (HR. Bukhari no. 1553)

9. Mengeraskan Suara Saat Bertalbiyah

Berdasarkan hadits Sa’ib bin Khallad radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah  bersabda :

“Jibril mendatangiku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, perintahkanlah sahabat-sahabatmu untuk mengeraskan suara mereka saat bertalbiyah’.” (HR. At-Tirmidzi no. 830, Abu Dawud no. 1197 dan yang lainnya)

Demikian perkara-perkara sunnah yang harus dikerjakan oleh seseorang pada saat ihram. Wallahu ‘alam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid salim (Pustaka Azzam : 2015)

Home

Prayers

Quran

Do'a

Qiblat