5 Syarat Wajib Haji

syarat wajib haji

5 Syarat Wajib Haji – Tulisan kali ini untuk menyambung dari pesan yang pernah penulis sampaikan pada artikel sebelumnya untuk membahas syarat-syarat wajib ibadah haji. Syarat wajib haji merupakan sifat-sifat yang harus dipenuhi oleh seseorang sehingga dia diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji dan barangsiapa yang tidak memenuhi salah satu dari syarat tersebut maka dia belum wajib menunaikan ibadah haji.

Baca Juga : Berhaji Jika Mampu

Beberapa Syarat Wajib Haji

1. Islam

Sudah barang tentu ini menjadi syarat mutlak, sehingga selain orang islam tidak dituntut untuk menunaikan ibadah haji, sebagaimana pernah terjadi pada masa jahiliyah sebelum datangnya syariat islam yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ, dimana ketika itu banyak dari orang-orang musyrik Mekkah yang menunaikan ibadah Haji. Dan karena ibadah haji juga merupakan bagian dari rukun islam yang lima.

2. Berakal

Dalam agama islam terdapat sebuah ketetapan, bahwa orang-orang yang tidak berakal atau orang gila, tidak dibebankan dengan syariat agama dan melakukan ibadah apapun, sampai mereka mendapatkan kembali kesehatan akalnya. Hal ini tidak berlaku khusus terhadap ibadah haji, tetapi juga dalam banyak ibadah lainnya.

Hal ini sebagaimana pernah disampaikan oleh Rasulullah , beliau bersabda :

“Pena (hukum) diangkat dari tiga orang, yaitu : orang gila sampai ia sadar, orang tidur sampai ia bangun dan anak kecil sampai ia bermimpi (baligh).” (HR. Ahmad No. 1330 dan Abu Dawud No. 4399)

3. Baligh

Berdasarkan hadits yang telah disampaikan sebelumnya, anak yang belum baligh tidak ada perintah atasnya untuk melaksanakan ibadah sampai ia baligh. Namun ini bukan syarat sahnya ibadah haji, sehingga apabila ada anak kecil yang belum baligh hendak menunaikan ibadah haji maka ibadahnya dianggap sah.

Sebagaimana pernah terjadi pada seorang wanita yang menunaikan ibadah haji bersama dengan Rasululullah ﷺ, ketika itu ia mengangkat anak kecilnya kehadapan Nabi dan berkata : “Apakah ia mendapatkan (pahala) haji?, Beliau mejawab “Ya, dan kamupun mendapatkan pahala.” (HR. Muslim No. 1336, Abu Dawud No. 1376 dan an-Nasa’i 5/120)

4. Merdeka

Mungkin syarat  ini sudah tidak berlaku pada masa kini, karena hukum perbudakan telah dihapuskan, sehingga setiap umat muslim merupakan orang-orang yang merdeka. Namun syariat islam tetap mensyaratkannya sebagai syarat wajib ibadah haji, hanya saja sebatas syarat wajib atau tidaknya seorang budak untuk melaksanakan ibadah tersebut dan bukan merupakan syarat sah haji. Karena apabila seorang budak menunaikan ibadah haji maka ibadahnya tetap dianggap sah.

5. Mampu

Kemampuan hanya merupakan syarat wajib haji, namun apabila seseorang yang tidak mampu berusaha keras dan menghadapi berbagai kesulitan hingga dapat menunaikan ibadah haji, maka hajinya dianggap sah dan mencukupi untuk menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Baca Juga : Makna Mampu Dalam Pelaksanaan Haji

Referensi :

  • Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri (Darul Haq : 2016)
  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *