Syirik, Dosa Yang Tidak Diampuni
DASAR ISLAM, KEIMANAN

Syirik, Dosa Yang Tidak Diampuni

Syirik, Dosa Yang Tidak Diampuni – Banyak diantara kita mungkin pernah mendengar ucapan : Syirik tanda tak mampu, ungkapan tersebut biasanya ditujukan kepada seseorang yang tidak senang ketika melihat suatu keadaan yang ada pada orang lain. Sebagai umat muslim seharusnya kita lebih berhati-hati dalam berucap.

Maksud ungkapan tersebut maknanya tidaklah tepat dan justru berbahaya, karena syirik merupakan sebuah perkara besar dalam agama islam, yang maknanya akan berbeda sekali dengan apa yang dipahami tersebut.

Syirik adalah menjadikan suatu tandingan bagi Allah ﷻ, padahal Dia-lah yang menciptakan manusia dan segala yang ada di langit dan di bumi, dan kemudian manusia tersebut menyembah selain-Nya baik itu berupa batu, pohon, bulan, binatang, syaikh, malaikat atau malah jin dan semacamnya. Allah ﷻ berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’ : 48)

Dalam surat yang lain, Allah juga berfirman :

إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ  ٧٢

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya ialah neraka.” (QS. Al Ma’idah 72)

Dan banyak lagi ayat yang memberikan peringatan dan semakna dengan itu.

Nabi  juga bersabda :

“Maukah kalian aku tunjukkan dosa besar yang paling besar? (beliau bertanya tiga kali) mereka menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, ‘Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orangtua, -lalu beliau (bangun dan) duduk, padahal sebelumnya dalam keadaan berbaring- ketahuilah, dan perkataan dusta.’ Kata Abu Bakrah, “Beliau terus mengulaginya hingga kami mengatakan, ‘Semoga saja beliau diam’.” (HR. Bukhari No. 2654, Muslim No. 87)

Wahai umat muslim, jauhilah oleh kalian perkara kesyirikan karena sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Allah kemudian dia mati dalam keadaan musyrik, maka dia termasuk penduduk neraka dan akan kekal di dalamnya. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Referensi : 76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa, Al Imam al-Hafizh Adz Dzahabi (Darul Haq : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *