Tahun Awal Kehancuran Umat Islam
SEJARAH DAN TOKOH ISLAM

Tahun Awal Kehancuran Umat Islam

Alomuslim.com – Rasulullah shallallahu alaihi was sallam pernah memperingati sahabat, dan juga umatnya yang datang kemudian, mengenai sebuah masa kelam yang akan dialami oleh umat Islam. Peringatan tersebut diriwayatkan oleh beberapa orang sahabat, diantaranya oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Berlindunglah kamu kepada Allah (agar tidak hidup) di penghujung tahun 60 Hijriyah dan (terlepas dari siksa) penguasa yang masih belia.” (HR. Ahmad no. 8340)

Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu anhu juga meriwayatkan hadits serupa dengan redaksi yang sedikit berbeda, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda :

“Akan datang setelah tahun 60 Hijriyah satu generasi yang meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat, niscaya mereka akan menemukan kesesatan. Kemudian, pada tahun 60 tahun yang kedua setelah yang pertama, akan datang satu generasi yang membaca Al Qur’an tetapi hanya sampai di kerongkongan mereka.” (shahih. HR. Al-Hakim no. 8643)

Hadits tersebut mengisyaratkan akan adanya penguasa belia. Hal itu benar-benar terjadi ketika berkuasanya Yazid bin Mu’awiyyah. Tercatat bahwa Yazid merupakan penguasa termuda diantara dinasti Umaiyyah. Dan pada tahun 60 Hijriyah, Yazid-lah yang berkuasa dan memimpin kaum muslimin.

Pada masa itu sikap amanah adalah hal yang amat langka, sedekah telah sangat berat ditunaikan oleh umat Islam, dan kemaksiatan tersebar bahkan hingga mengotori kesucian kota Mekkah dan Madinah.

Dari Sa’id bin Amr bin Sa’id, pada saat ia sedang duduk bersama Abu Hurairah radhiallahu anhu di dalam masjid Nabi shallallahu alaihi was sallam, bersama mereka juga ada Marwan. Maka berkatalah Abu Hurairah,

“Aku mendengar orang yang dipercaya dan dibenarkan bersabda, ‘Kebinasaan umatku ini berada di tangan seorang bocah Quraisy.’  

Mendengar itu Marwan menyahut, ‘Semoga Allah melaknat mereka yang telah memunculkan bocah tersebut.’ Pada kesempatan yang lain Abu Hurairah berkata, ‘Andai aku mau, niscaya aku katakan dari bani siapa orang tersebut akan muncul.’ Kemudian Sa’id bin Amr bersama kakeknya pergi ke tempat Bani Marwan yang berkuasa di Syam. Disana penduduk Syam mengangkat seorang penguasa yang masih sangat belia. (HR. Bukhari no. 7058)

Hadits ini semakin menguatkan kemungkinan bahwa penguasa yang dimaksud adalah Yazid bin Mu’awiyyah. Dan pada tahun 60 Hijriyah menjadi titik tolak dari kejayaan dan persatuan umat Islam menuju kehancuran dan perpecahan.

Referensi : Ensiklopedi Akhir Zaman, Dr. Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh (Granada Mediatama : 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *