Lokasi Tempat Pendaratan Kapal Nabi Nuh

Alomuslim.com – Fenomena banjir besar yang terjadi pada masa Nabi Nuh alaihissallam telah menjadi magnet bagi para ahli sejarah dan peniliti sepanjang masa hingga hari ini. Sebagian ingin mengetahui bentuk kapal yang digunakan oleh Nabi Nuh untuk menyelamatkan makhluk hidup dan juga lokasi mendaratnya kapal tersebut serta menggali nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peristiwa tersebut. Sementara bagi para peneliti modern, penelitian tidak dilakukan dalam rangka menggali nilai-nilai spiritual dari kisah Nabi Nuh, tetapi mereka ingin mencari tahu tentang teknologi perahu yang dibuat oleh Nabi Nuh.

Apapun tujuan dari masing-masing peneliti dan ahli sejarah melakukannya, fenomena banjir besar yang terjadi pada masa Nabi Nuh, senantiasa mengundang keingintahuan mengenai kejadian tersebut. Disebutkan oleh para ahli sejarah, bahwa banjir yang terjadi merupakan banjir terbesar sepanjang sejarah umat manusia, yang mampu menenggelamkan seluruh permukaan bumi dan menewaskan semua orang yang menolak dakwah Nabi Nuh, termasuk isteri dan satu orang anak Nabi Nuh.

Tetapi Nabi Nuh dengan tiga orang anaknya beserta 80 orang pengikutnya berhasil selamat dari peristiwa banjir tersebut dengan menaiki kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh. Menurut riwayat dari Ibnu Abbas, kapal yang mereka naiki terapung selama 150 hari diatas permukaan air. Dan Allah sempat mengarahkan kapal mereka kearah Mekah, kemudian mengelilingi Ka’bah selama 40 hari, setelah itu mengarahkannya ke gunung Judi (gunung Ararat Turki).

Ketika banjir telah surut, Nabi Nuh dan para pengikutnya turun dari kapal menuju lembah gunung Judi, kemudian mereka mendirikan sebuah perkampungan disana. Menurut Ibnu Jarir, seorang ulama ahli sejarah, ia menyebutkan bahwa mereka keluar dari kapal pada tanggal 10 Muharram, setelah sebelumnya selama satu bulan kapal berlabuh di atas gunung Judi sambil memastikan kalau banjir telah benar-benar surut. Peristiwa keluarnya Nabi Nuh pada tanggal 10 Muharram, kemudian diperingati oleh kaum muslimin dengan mengerjakan puasa Asyuro’.

Maka pada hari ini, telah ditemukan sisa-sisa bangkai kapal Nabi Nuh di puncak gunung Judi (gunung Ararat, Turki) yang telah dijadikan sebagai objek penelitian oleh para Ilmuan untuk mengungkap misteri teknologi pembuatan kapal Nabi Nuh.

Wallahu a’lam.

Referensi : Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir (Ummul Qura : 2018)

Leave a Comment