Tersenyumlah, Karena Itu Sedekah

Tersenyumlah, Karena Itu Sedekah

Tersenyumlah, Karena Itu Sedekah – Tingginya suhu politik yang kian memanas beberapa waktu belakangan ini, mengakibatkan renggangnya hubungan antar masyarakat. Konflik horizontal di tengah masyarakat membuat kita saling curiga dan memandang orang lain dengan wajah sinis dan bermuka masam.

Bahkan antar sesama umat muslimpun, terjadi keengganan untuk saling bertegur sapa dengan saudaranya. Sungguh islam adalah agama yang sudah ditetapkan Allah ﷻ sebagai rahmatan lil ‘alamin, mengajarkan kepada umatnya untuk senantia bersikap baik dan ramah terhadap orang lain, meskipun dia tidak mengenalnya.

Senyum Itu Ibadah

Sebagian besar umat muslim mungkin telah melupakan ajaran yang pernah baginda Rasul ﷺ ajarkan kepada umatnya, termasuk dalam perkara-perkara yang sederhana, seperti hanya tersenyum ketika saling bertemu. Rasulullah ﷺ pernah bersabda :

“Janganlah kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, walaupun (kebaikanmu itu hanya berupa) kamu bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri.” (HR. Muslim)

Saat ini kita sudah sangat jarang menjumpai sesama saudara muslim saling bertegur sapa dengan mengucapkan salam, terlebih kepada mereka yang tidak saling mengenal, sehingga ini membuat persaudaraan muslim  mejadi rapuh. Seandainya umat muslim mengetahui, bahwa memberi salam dan saling menyapa dengan senyum merupakan sedekah, sebagaimana Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan :

“Termasuk bagian dari sedekah adalah kamu memberi salam kepada orang lain dalam keadaan wajah berseri-seri.” (HR. Ibnu Abi ad-Dunya)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda :

“Seluruh kebaikan adalah sedekah, dan sesungguhnya termasuk kebaikan adalah kamu menjumpai saudaramu dengan wajah berseri dan menuang isi dari bejanamu ke bejana saudaramu.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)

Sungguh ini merupakan perkara yang amat ringan, kita hanya perlu untuk tersenyum ketika berjumpa dengan orang lain, tanpa perlu mengeluarkan uang yang justru mungkin sedikit memberatkan bagi sebagian dari kita, untuk mendapatkan pahala yang setimpal dengan pahala sedekah. Dan ini menunjukkan betapa mulianya perilaku dan akhlak yang diajarkan islam dalam kehidupan bermasyarakat kepada umatnya.

Referensi : Shahih At Targhib wa At Tarhib Jilid 5, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (Darul Haq : 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *