Thaharah Sebagai Aktualisasi Islam Cinta Kebersihan

thaharah sebagai aktualisasi islam

Thaharah Sebagai Aktualisasi Islam Cinta Kebersihan – Islam adalah agama yang suci dan bersih. Slogan seperti ini tidak hanya akan kita dengar dalam ceramah-ceramah atau tulisan-tulisan saja, melainkan juga merupakan bagian tak terpisahkan dari agama Islam itu sendiri. Jika seseorang mengaku muslim, maka sudah seharusnya ia tau betapa pentingnya thaharah dalam Islam.

 

Thaharah atau bersuci dalam Islam bisa memiliki dua makna. Yang pertama adalah bersuci dari kotoran-kotoran yang nampak atau dapat diindera oleh manusia seperti najis. Dan yang kedua adalah thaharah atau bersuci dari kotoran-kotoran yang tidak dapat diindera seperti halnya aib dan dosa.

Adapun thaharah menurut syariat khususnya terkait pembahasan-pembahasan fikih adalah perbuatan yang dengannya seseorang diperbolehkan untuk menjalankan solat atau ibadah yang lain, thaharah semacam ini bisa dilakukan dengan cara berwudhu, mandi besar, atau hanya sekedar menghilangkan najis yang melekat pada pakaian atau tempat ibadah.

Keseriusan Islam dalam memperhatikan persoalan kebersihan dan kesucian tampak dalam beberapa argumentasi dalam nash-nash berikut:

  1. Adanya perintah berwudhu sebelum melakukan solat lima waktu, sebagaimana firman Allah SWT berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ…. ٦

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki..” (QS. Al-Maidah: 6)

  1. Adanya dorongan agar seseorang membersihkan badannya atau mandi jika mereka melakukan beberapa hal, sebagaimana firman Allah SWT berikut.

… وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ…. ٦

“… dan jika kamu junub maka mandilah…” (QS. Al-Maidah: 6)

Atau hadis Nabi SAW tentang anjuran membersihkan diri, sebagai berikut.

حَقٌّ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِى كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ

“Hak Allah atas setiap muslim adalah bahwa hendaknya mereka mandi setiap tujuh ari sekali, membersihkan kepala dan badan mereka.” (HR. Muslim)

  1. Adanya perintah untuk memotong kuku, membersihkan gigi, membersihkan pakaian. Sebagaimana sabda Nabi SAW sebagai berikut.

خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ

“Lima hal sebagai wujud dari fitrah manusia: khitan, memotong bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Alquran Allah SWT berfirman.

وَثِياَبَكَ فَطَهِّرْ.

“Adapun pakaianmu, maka sucikanlah.” (QS. Al-Muddatsir: 4)

Beberapa hal di atas secara jelas adalah bukti bahwa Islam sangat konsen sekali dengan persoalan kesucian dan menjaga kebersihan. Beberapa teks baik Alquran maupun hadis di atas hanya sebagian kecil dari yang ada di dalam Alquran maupun hadis. Oleh sebab itu, sebagai muslim yang utuh sudah selayaknya kita menjaga kebersihan badan dan lingkungan kita sehari-hari.

Wallahu a’lam.

Sumber: al-Fiqh al-Manhaji ‘ala al-Imam al-Syafi’i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *